Catatan Sepatu Dahlan


identitasonline.net - “Hidup, bagi orang miskin, harus dijalani apa adanya

Kemiskinan bukanlah salah satu halangan untuk menjalani dan menikmati setiap detik kehidupan yang diberikan tuhan kepada kita. Bagi orang miskin ada cara tersendiri untuk menikmati kehidupan. Dengan segala keterbatasan dan segala kekurangan mereka tetap bisa tersenyum. 

Novel trilogi ini terinspirasi dari kisah nyata kehidupan Dahlan Iskan. Kisah nyata yang bercerita tentang jalan hidup Dahlan Iskan, tangis dan tawa Dahlan Iskan, terutama mengenai optimisme dan rasa syukur saat pertama kali memiliki sepatu kets. Novel yang berisi hikayat-hikayat luar biasa yang meninggalkan pesan moral yang sangat kuat.

Sepatu dahlan. Berawal dari kisah seorang anak yang terlahir dari keluarga miskin yang hidup di negeri yang kaya dengan hasil tebu.  Perih karena rasa lapar menjadi sahabat setianya dalam menjalani kehidupannya, sampai-sampai ia dan adiknya harus melilitkan sarung diperutnya untuk menahan perih lambungnya karena lapar.

Dahlan tumbuh menjadi anak yang tangguh dan penyabar. Kehidupan mendidik dahlan dengan keras. Kemiskinan, kehilangan dan keinginan yang sulit tercapai menjadi guru yang berharga. Ayah yang tegas dan ibu yang sangat perhatian membuat dahlan bertahan menjalani kehidupan yang serba kekurangan.
Dahlan bukan orang yang mudah menyerah menjalani kehidupannya. keinginannya untuk memiliki sepatu membuat dia selalu berusaha melakukan yang terbaik. Setelah lulus dari sekolah rakyat dahlan hendak ingin melanjutkan sekolahnya ke SMP Magetan, sekolah yang menjadi idaman bagi anak-anak di kebon dalem. Walaupun pada akhirnya dahlan tetap bersekolah di pesantren sabilil muttaqien.

Tak mudah memang menjalani kehidupan yang dihadapai oleh anak yang baru menginjak remaja. Kemiskinan membuat dahlan selalu mengesampingkan kebutuhan pribadi yang tidak terlalu penting. Sepatu dan sepeda menjadi impian terbesarnya. Persahabatan dan percintaan juga menjadi bagian yang memberikan warna dalam kehidupan dahlan.

Dahlan yang sempat terpuruk karena kematian ibunya dan kepergian mba atun membuatnya lebih dewasa dalam menjalani kehidupannya. Seperti anak yang lain berbagai kenakalan sempat dilakukan oleh dahlan seperti mencuri tebu, menciba membongkar lemari ayahnya yang berisi uang untuk membeli sepatu, nilai merah di raport dan sebagainya.

Novel setebal 369 halaman ini merupakan hasil riset Khrisna Pabichara. Sebuah novel yang renyah dibaca dan indah. Ditulis dengan gaya bahasa yang santai, pemilihan kata yang baik dan mudah dipahami,mampu membuat pembaca larut dalam kisah haru dahlan. Kerja keras, tak mudah menyerah dan menghargai setiap detik kehidupan yang diberikan Tuhan adalah hal yang dapat ditarik dari buku ini. 

Ada beberapa hal penting yang tidak diceritakan secara detail dalam buku ini, seperti ungkapan dahlan iskan terhadap buku ini yang menceritakan bagaimana dia tetap nyeker agar sepatunya awet tidak diceritakan dalam novel ini. Terlepas dari itu semua buku ini bisa menjadi motivator yang baik dalam menjalani kehidupan. Buku ini bisa menjadi guru yang baik bagi yang ingin belajar bagaimana fluktuasi kehidupan. Selamat membaca!


Judul: Sepatu Dahlan
Penulis: Khrisna Pabichara
Penerbit: Noura Books
Jumlah halaman: 369 halaman
Cetakan : pertama, Mei 2012

M/Mifda Hilmiyah

Tags: , , ,

About author

Penerbitan Kampus identitas Unhas.

0 komentar

Leave a Reply

silahkan isi komentar anda.
sebelum isi komentar anda harus daftar terlebih dahulu di sini