Waspada, Pohon Unhas Rawan Tumbang!

Foto : Identitas/Khairil Anwar
Hamparan pepohonan hijau Unhas, menjadikannya satu dari dua penyumbang oksigen terbesar di Makassar. Sayang, perawatan yang minim menjadikan kelebihan ini berbalik jadi sumber malapetaka.

Sejak akhir 2011, hujan deras disertai angin kencang tak ada hentinya mengguyur Unhas. Keadaan seperti ini membuat sivitas akademika dituntut lebih waspada. Apalagi, hampir seluruh areal kampus dipenuhi jajaran pepohonan besar yang rindang, namun rawan tumbang. 

Sebut saja kejadian pohon tumbang di Pintu Satu Unhas yang mengakibatkan kemacetan panjang, Senin, 16 Januari 2011. Kejadian yang terjadi di Parkiran Fakultas Kehutanan Unhas, Jumat, 28 Oktober 2011. Akibatnya, empat  mobil rusak berat tertimpa Pohon Angsana yang tumbang.

Wakil Dekan II Fakultas Peternakan (Fapet), Prof Dr Ir Ambo Ako MSc, salah satu pemilik mobil tersebut. Mobilnya baru terparkir sekitar lima menit saat tiba-tiba Pohon Angsana yang terletak di samping mobilnya ambruk. Mobil Kijang biru dengan nomor polisi DD 1134 AF dalam sekejap rusak berat. Kini, mobil tersebut berada di bengkel karena mengalami kerusakan parah pada bodinya.

Kejadian ini sudah ia laporkan di Rektorat Unhas. Namun, sampai saat ini belum ada respon. ”Sudah tiga bulan mobil saya ada di bengkel, hingga saat ini belum bisa diambil. Kerugian materi yang saya rasakan sekitar 20-jutaan,” imbuhnya saat ditemui di Fapet, Selasa (17/1). 

Lain lagi yang dialami ID (inisial), mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Angkatan 2008. Ia mengaku pernah tertimpa pohon tumbang di parkiran Fakultas Kehutanan.  Ia merasakan secara langsung sakitnya tertimpa pohon besar. Saat itu ia bermaksud memarkir motornya. Namun, tiba-tiba pohon besar menimpa dirinya. Helm yang ia gunakan saat berkendara pecah dan motornya terlempar jauh dari lokasi kejadian.

Peristiwa pohon tumbang yang merugikan sejumlah sivitas akademika, semakin menguatkan pertanyaan, ada apa dengan pohon di Unhas? Ki hujan, Angsana, Jati Putih, Jati Super, Kayu Hitam, Mahoni, Bitti dan Suriang adalah beberapa jenis pohon yang ada di Unhas. Pohon-pohon tersebut menghijaukan tiap sudut Kampus Merah dan menyuguhkan kesejukannya.

“Sejak Unhas dibangun, konsepnya memang untuk penghijauan,” tutur Ir Syarif Beddu MT, Dosen Teknik Arsitektur Lanskap Fakultas Teknik Unhas. Namun, di balik fungsi penghijauan itu, ia juga bisa menjadi sumber malapetaka.

“Kondisi pohon-pohon di Unhas dalam keadaan baik, hanya pemeliharaannya yang selama ini kurang diperhatikan,” papar Ir Cri Wahyuni Brahmi Yanti, Dosen Arsitektur Lanskap Fakultas Pertanian. “Seharusnya, minimal tiap tahun ada pemangkasan agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali,” harapnya.

Hal senanda juga dipaparkan Baharuddin Nurkin PhD. “Seharusnya ada pemangkasan pohon sebelum memasuki musim penghujan. Tajuk-tajuk pohon tersebut dipangkas dan harus dibentuk agar sesuai dengan perakarannya sehingga biomassanya juga bisa seimbang,” tambah  Dosen FHut ini saat ditemui di ruangannya, Kamis (12/1).

Hanaping, Staf Bagian Pertamanan Unhas juga mengakui pentingnya pemangkasan terhadap pohon-pohon di Unhas. Namun, karena dana yang dibutuhkan untuk biaya pemangkasan cukup tinggi, realisasinya masih nihil. “Selama ini perawatan yang dilakukan hanya sebatas pada pembersihan dan pemangkasan ranting-ranting pohon yang mengganggu serta penggemburan tanah untuk pohon-pohon yang masih kecil,” tambahnya.Pemangkasan tajuk untuk mengurangi kemungkinan tumbangnya pohon jarang dilakukan. Maka tidak mengheran jika pohon-pohon tua tersebut silih berganti tumbang. Kalau sudah demikian, bukan cuma bumi kita yang perlu diselamatkan, sivitas akademika pun demikian. Save our earth, save sivitas akademika Unhas!
(Nai/Sym)

Tags: ,

About author

Penerbitan Kampus identitas Unhas.

0 komentar

Leave a Reply

silahkan isi komentar anda.
sebelum isi komentar anda harus daftar terlebih dahulu di sini