Dari Demokrasi Sampai Konfrontasi


Piawai dalam memimpin, membuat Negeri Jiran mencapai puncak kemakmuran. Selama 22 tahun berkuasa, teknologi ditiap aspek kehidupan tumbuh pesat. Untuk itu beliau dijuluki sebagai politikus handal. Namun, sejak hengkang sebagai Perdana Menteri Malaysia, Oktober 2003 silam, wajahnya jarang menghiasi layar kaca. Sosok berusia 84 tahun ini lebih banyak melakukan aktivitas sosial. Termasuk ketika menjadi keynote speaker pada Seminar Internasional “Demokrasi untuk Kesejahteran Rakyat” dalam rangka Reuni Akbar Program Pascasarjana Unhas, Kamis (14/1).
Sebelum dialog dengan Mahasiswa Malaysia di Rumah Sakit Pendidikan Unhas, Mahathir berbicara mengenai demokrasi dan Hubungan Indonesia-Malaysia. Pembicaraan berlanjut di Bandara Internasional Soekarno Hatta, sambil menunggu pesawat pribadi menjemput, Fadli dari Identitas mendapat kesempatan wawancara dengan sang datuk.


Bagaimana konsep demokrasi yang Anda jalankan selama 22 tahun menjabat sebagai perdana menteri Malaysia?
Pemahaman tentang demokrasi sepenuhnya berada di tangan rakyat, umumnya demokrasi diartikan sebagai kebebasan. Namun jika kata bebas disini disalahartikan maka jalannya demokrasi akan terhambat, artinya ketika memulai pemerintahan, kita terlebih dahulu memaparkan mengenai arti dari kebebasan itu sendiri.

Sebelumnya Anda mengatakan bahwa tidak ada ideologi yang sempurna di Dunia ini, semua memiliki kelemahan termasuk demokrasi. Lantas apa yang menjadi kelebihan dan kelemahan yang dimiliki oleh demokrasi itu?


Tak harus sampai bergontok-gontokan atau bahkan hingga terjadi pertumpahan darah. Demokrasi disini lebih kepada proses pengambilan keputusan dalam pemerintahan. Tentu saja pendapat atasan masih memiliki status tertinggi untuk dipertimbangkan, itu kelebihannya. Sedangkan kelemahannya jika kebebasan ini disalahgunakan hingga merugikan Negara.

Menurut Datuk sendiri, apakah demokrasi yang dijalankan selama 22 tahun kepemimpinan Anda, telah membawa kesejahteraan bagi rakyat Malaysia?
Semua penilaian berada ditangan yang menilai (tersenyum). Umumnya rakyat merasa puas dengan kepemimpinan saya, itu merupakan amanah rakyat yang harus saya jalankan sebaik-baiknya.

Sebagai mantan orang nomor satu di Malaysia, bagaimana Anda menjaga hubungan baik dengan pemimpin dan rakyat Indonesia?
Hubungan saya dengan pemerintahan Indonesia sangat baik, apalagi saya bersahabat dengan Pak Harto. Ketika itu beliau menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, bahkan sebelum beliau wafat kami masih sering berkomuikasi . jika ada masalah, pasti saya langsung komunikasikan dengan beliau agar bisa cepat teratasi.

Hubungan Indonesia dan Malaysia pernah memanas terkait klaim Pulau Sipadan dan Ligitan. Bagaimana Anda melihat hal ini?

Masalah Sipadan dan Ligitan sudah diselesaikan di Mahkamah Internasional. Kedua belah pihak sudah menerima keputusannya. Saya pikir, masalah yang terjadi bukan karena pihak pemerintah, melainkan ada pihak yang ingin merusak hubungan baik kedua negara.

Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia juga sering mendapat perlakuan yang diskriminatif. Mengapa hal itu dapat terjadi dan apa langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini?

Tenaga kerja yang ada di Malaysia bukan hanya dari Indonesia, dari negara lain juga ada seperti Bangladesh dan Filiphina. Satu yang pasti, apa yang terjadi itu ada penyebabnya dan hukum yang berlaku di Malaysia cukup adil. Hukum berlaku tanpa membeda-bedakan suku bangsa, agama maudun derajat seseorang.

Warga Malaysia juga kerap dihubungkan dengan serangkaian aksi terorisme di Indonesia. Bagaimana Anda menanggapi hal ini?
Untuk menyelesaikan masalah ini kita harus melihat akar masalah. Saya pribadi menilai bahwa sumber masalah yang sebenarnya adalah dirampasnya tanah Palestina oleh Israel. Tindakan ini menimbulkan kemarahan pada umat Islam. Bukan hanya di Palestina, melainkan negara lain termasuk Malaysia dan Indonesia. Israel sangat ganas menyerang muslim Palestina. Jalan-jalan di Palestina dirusak. Mereka mendirikan tembok pemisah. Tentu saja ini menyakitkan hati orang Islam. Di Malaysia kami merasakan kepedihan yang teramat kuat. Lebih dari 1.000 orang terbunuh. Rumah berpenghuni dirobohkan. Bahkan anak-anak juga dibunuh. Ini menyebabkan perasaan ketakutan. Jadi teroris bukan hanya yang bertindak dengan sendiri, tetapi Israel yang telah menimbulkan ketakutan juga teroris. Sebagian orang menyebut teroris pada orang tertentu saja karena media barat menyebutnya, tetapi yang menyebabkan ketakutan tidak disebut teroris.

Melihat berbagai masalah yang terjadi belakangan antara Indonesia dan Malaysia. Bagaimana sebaiknya pemimpin kedua negara mengambil sikap?
Indonesia dan Malaysia saling bertetangga, layaknya kehidupan bertetangga yang sesungguhnya rasa tidak enak bahkan ketersinggungan kecil pun kerap muncul. Sebenarnya jika tidak dibesar-besarkan masalahnya bisa cepat selesai, yang penting diselesaikan dengan cara berunding bukan dengan konfrontasi.


Data Diri
Nama : Tun Dr Mahathir bin Haji Mohamad
Tempat lahir : Alor Star, Kedah, Malaysia
Tanggal lahir : 20 Desember 1925
Riwayat Pekerjaan : Perdana Menteri Malaysia (16 Juli 1981-31 Oktober 2003)
Menteri Perdagangan dan Industri, 1976
Deputi Perdana Menteri, 1976
Menteri Pendidikan, 1974
Anggota Parlemen, 1964

Tags:

About author

Penerbitan Kampus identitas Unhas.

0 komentar

Leave a Reply

silahkan isi komentar anda.
sebelum isi komentar anda harus daftar terlebih dahulu di sini