Uang Kaget Bernama BKM



Ada yang memperolehnya dengan sangat  mudah, ada yang harus bersabar sambil gigit jari. Kehadiran BKM tak jelas untuk siapa.


Ruangan Bagian Kemahasiswaan tampak ramai dipenuhi mahasiswa, Rabu (23/12). Mahasiswa berjejal untuk menulis data dirinya sebagai calon penerima beasiswa BKM.  Ada yang menulis nama di atas kertas, ada yang sibuk menelpon untuk menginformasikan ke rekan-rekannya yang lain perihal beasiswa tersebut. Rupanya Mahasiswa Unhas ketiban rejeki di penghujung tahun 2009. Aktifitas itu berlangsung hingga pukul 14.00. Lewat dari waktu tersebut, mahasiswa yang belum mendaftarkan namanya harus menelan rasa kecewa karena mereka diminta mendaftar ke fakultas.
Mahasiswa tentu saja menyambut gembira kehadiran bantuan ini. Jubaedah misalnya. Mahasiswa Fakultas Farmasi Angkatan 2005 ini berharap dengan bantuan ini, ia dapat membayar SPP. “ Dengan batuan ini kan, dapat membatu membayar uang SPP,” ujarnya. Ia merasa senang karena pemberian bantuan ini tidak meminta persyaratan apa-apa. “Pendaftaran beasiswa dengan cara begini sudah bagus, karena mahasiswa dipermudah,” ungkapnya. Namun bagi mahasiswa yang kebetulan tidak  mengetahui perihal bantuan ini, tentu saja hanya bisa gigit jari sambil menyesali kenapa ia tidak mendengar informasinya.
Hal berbeda dialami Alam, Mahasiswa Fakultas Peternakan Angkatan 2005. Ia mendaftar sebagai calon penerima BKM di fakultasnya, namun namanya tidak lolos pada saat pengumuman. Ketika mendaftar di fakultas, ia diharuskan menyetor transkrip nilai. Berbeda dengan Bagian Kemahasiswaan universitas yang tinggal menulis nama saja. “Kalau temanku yang mendaftar di bagian kemahasiswaan namanya lolos, ini tidak adil,” keluhnya.
Menurut Kasubag Kesejahteraan Mahasiswa Pusat, Dra Hj Nur Azzah, memang banyak mahasiswa yang tidak lolos sebagai penerima BKM karena waktu yang diberikan kantor pusat sangat sempit untuk mendata mahasiswa. Akibatnya, daftar nama dari beberapa fakultas yang terlambat mengirimkan data mahasiswanya ada yang tidak lolos. “ Faks untuk menerima calon penerima BKM datang tanggal 23 Desember, nama-nama tersebut harus dikirim 28 Desember dan kita harus mengumpulkan 3130 mahasiswa dalam jangka waktu tersebut,” ungkapnya ketika ditemui identitas, Rabu(20/1).
BKM ini merupakan bantuan yang berasal dari Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi. Untuk Unhas sendiri, dianggarkan untuk 3130 mahasiswa, dengan nominal 1 juta rupiah per mahasiswa. Pendaftaran calon penerima bantuan ini cenderung terburu-buru, karena mahasiswa hanya diberi waktu sehari. Pegawai kemahasiswaan yang menangani pemberian beasiswa hanya menempelkan sebuah kertas pengumuman bertuliskan spidol di pintu. Proses pengurusannya pun relatif sederhana. Cukup menuliskan nama, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), dan nomor rekening di atas secarik kertas yang disediakan oleh pegawai kemahasiswaan. Mahasiswa yang tak sempat datang bisa meminta tolong kepada rekannya untuk menuliskan nama dan nomor rekeningnya. Setelah itu, nama-nama yang tertulis diinput ke dalam komputer.
Terkait mudahnya proses penerimaan bantuan, hal ini dibenarkan oleh Pembantu Rektor III Unhas, Ir Nasaruddin Salam MT. “Ini bantuan khusus mahasiswa, bukan beasiswa. Kalau beasiswa diberikan perbulan, sedangkan BKM ini hanya diberikan sekali, jadi tidak boleh ada persyaratannya seperti beasiswa pada umumnya.” 
Tak jelas apa motif pemberian bantuan ini, mengingat prosedurnya yang terlalu sederhana. Bantuan semestinya diberikan kepada mahasiswa yang termasuk dalam dua kategori, mahasiswa berprestasi atau mahasiswa kurang mampu dari segi financial. Untuk BKM ini sendiri, penerimanya bisa dibilang tak termasuk dalam kedua kategori tersebut, karena tak ada persyaratan yang diterapkan bagi calon penerima. Siapa yang kebetulan mendengar informasi tentang kemunculannya, maka dialah yang beruntung. Tak peduli kaya atau miskin, berprestasi atau tidak. BKM ini tak ubahnya seperti uang kaget. Siapa yang untung, dia yang dapat. Bahkan BKM juga menghampiri mahasiswa yang sebelumnya telah menerima beasiswa. Berbagai polemik dalam pengurusan BKM ini, tak ubahnya penerimaan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak merata. Mungkin sistem penerimaan harus diubah ataukah BKM ini  memang sudah ditetapkan hanya untuk orang yang beruntung? (Fda/Nay)





Tags:

About author

Penerbitan Kampus identitas Unhas.

4 komentar

  1. aduh...,
    infonya tidak terlalu menyebar...,
    padahal asyik tuh, dapat uang kaget...,

    mg kalau ada info seperti tolong disebarkan.

    but selamat buat yang udah dapat...,

  2. enaknya dapat uang kaget... !!!

  3. saya termasuk dari 200 orang yang gagal dapet beasiswa B3M gara2 nama di buku tabungan ada yang sala,seharusnya ada kebijakan untuk itu.... kasihan mi kami smua... padahal dulu sudah disuruh tulis no rekening gara no rekening tidak ada datanya, stelah itu malah kita gk dapt gmana itu

  4. Anonymous
    7:21 AM

    sundala....

    kasian juga fakultas yg jauh dari rektorat nda dengar kabar begitu...

Leave a Reply

silahkan isi komentar anda.
sebelum isi komentar anda harus daftar terlebih dahulu di sini