Soft Skill Menunjang Kemampuan Interview

Catatan Seminar Nasional Pengembangan Diri "BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN DIRI MENCARI KERJA" di FIS.1 111 Fakultas Ekonomi Unhas, Senin (28/12)

Apakah pekerjaan Anda saat ini? pertanyaan paling berat dijawab bagi lulusan Perguruan Tinggi yang belum memperoleh pekerjaan tetap. Meningkatnya jumlah wisudawan dan wisudawati tidak berbanding lurus dengan peluang kerja yang ada, sehingga tersingkir karena tidak mampu bersaing ditengah ketatnya persaingan pasar, yang kemudian berdampak pada pengangguran semakin melonjak. Menurut Direktur Jendral Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti ) ditahun 2009 angka pengangguran di Indonesia mencapai 900 ribu orang. Angka tersebut mengalami peningkatan 20 % dari angka pengangguran di tahun 2006 yang jumlahnya sekira 740 ribu orang. Kira-kira 2900 perguruan tinggi negeri dan swasta meluluskan setiap tahunya sarjana sekira 300 ribu orang. Artinya sebagian besar dari mereka tidak tertampung di dunia kerja.



Di dunia kerja saat ini, banyak dari instansi lebih mengutamakan kemampuan soft skill bukan Indeks Prestasi yang tinggi. Pengusaha menilai sebuah perusahaan akan terus berinovasi ketika kompetensi karyawanya memiliki soft skill yang terus berinovasi. Untuk mendapat karyawan yang mereka inginkan, mereka umumnya mengadakan tes wawancara untuk mengukur tingkatan soft skill calon karyawanya sebelumnya.



namun, kadangkala interview menjadi momok sebagian orang. Banyak dari mereka gagal di tahap ini. Ini disebabkan karena kurangnya soft skill yang mereka miliki.
Hal inilah yang dikaji oleh Eko Nugroho, HRD PT Inco Sorowako, saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Pengembangan Diri yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi kerjasama dengan PT Inco Sorowako. Menurutnya, performa seseorang pada saat tes wawancara akan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana ia mempersiapkan diri untuk tes tersebut.

Interview secara mendasar adalah aktivitas yang jarang dilakukan. Sehingga kebanyakan orang tidak cukup familiar dan tentu akan canggung dalam menghadapinya. Tidak hanya itu, kebanyakan orang Indonesia masih sungkan untuk mengungkapkan hal-hal yang mereka kuasai atau keahlian mereka. Bagi banyak orang, tes wawancara kerja menjadikannya melakukan hal-hal atau tindakan yang tidak biasa dilakukan dalam keseharian. Oleh karenanya, persiapan menjadi prasyarat yang wajib.

Ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari persiapan sebelum interview. Pertama, meningkatkan rasa percaya diri dan kemantapan diri. Kedua, membantu menjawab pertanyaan secara ringkas dan berisi, alih-alih buang waktu untuk sekedar sampaikan poin yg simple. Ketiga, membantu dalam mengetahui apa yang perlu dikatakan dan bagaimana menyampaikannya. Keempat, membantu dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan susah. Kelima, membantu dalam menghindari ucapan-ucapan yang akan menimbulkan kesan negative. Keenam, meningkatkan kemampuan rapport-building.
Kunci terpenting dalam suatu interview adalah penguasaan materi yang akan ditanyakan. Kebanyakan pewawancara biasanya ingin mendengar tiga hal. Pertama, Can you do the job? Sejauh mana kompetensi, wawasan, pengalaman atau poensi yang dimiliki dengan pekerjaan yang ditawarkan. Kedua, kenyamanan dengan lingkungan kerja yang akan dilakoni. Ini menjadi penting untuk hubungan kerja dimasa yang akan datang meskipun kompetensinya ada. Ketiga, Seberapa besar tekad dan keinginan yang dimilki untuk meraih posisi yang diincar.

Untuk melatih kemampuan interview, butuh latihan hingga lancar dan bukan sekedar hafal.Sebenarnya cara yang paling ampuh adalah dengan melakukan banyak tes wawancara, bahkan untuk pekerjaan-pekerjaan yang kurang diminati.
Tags:

About author

Penerbitan Kampus identitas Unhas.

0 komentar

Leave a Reply

silahkan isi komentar anda.
sebelum isi komentar anda harus daftar terlebih dahulu di sini