Tri Dharma sudah sangat ‘keramat’ dan semestinya bisa diaplikasikan dalam kehidupan Mahasiswa. Pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat adalah penyokong kualitas dan bentuk nyata adanya perguruan tinggi. Begitu memasuki perkuliahan, seorang mahasiswa baru akan melaksanakan hal yang pertama yaitu pendidikan. Bangku perkuliahan akan mengasah kemandirian dalam mengembangkan pola pikirnya.
Kebanyakan mahasiswa hanya dapat melaksanakan pendidikan dan pengabdian, ada pun penelitian dilakukan karena adanya tuntutan tugas akhir. Penelitian dimaksud disini adalah penulisan karya-karya tulis, artikel ilmiah, serta riset-riset. Penelitian adalah sebuah karya nyata yang disumbangkan selagi menjadi mahasiswa. Dengan budaya meneliti yang tinggi, mahasiswa telah berperan bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. Karena, dari hal kecil, kemudian ditanyakan permasalahannya, mengajukan inovasi, mahasiswa dapat membahasnya sekaligus mencari solusi dari masalah tersebut.
Menurut Syifa Fauzia yang pernah mengharumkan nama Unhas lewat karya tulisnya mengatakan bahwa kecintaan akan menulis tidak lahir dalam semalam, tapi membutuhkan minat terlebih dulu. “kalau sudah mendapatkan feel of sense-nya maka lama-lama bisa menjadi addicted (kecanduan, red),” terangnya lewat pesan singkat, Senin (18/1).
Minat mahasiswa Unhas pada menulis dan meneliti umumnya masih sangat sedikit. Rasio antara jumlah mahasiswa keseluruhan dengan hasil penelitian tidak sebanding. Unhas masih kurang dalam kegiatan penulisan. Sebanyak 171 tim dengan 513 orang pada tahun 2009/2010 yang memasukkan proposal karya tulis ilmiah ke Bagian Minat Penalaran dan Informasi Kemahasiswaan. 513 orang sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah mahasiswa Unhas secara keseluruhan.
Setiap tahun Unhas sudah menganggarkan uang ratusan juta untuk pembinaan kepada pengaju proposal. Uang tersebut digunakan untuk meneliti kajian atau inovasi dari mahasiswa. Hitungannya 2 hingga 6 juta per judul, jika ada 48 judul maka bisa dikalkusi sekitar 200 juta untuk penelitian dengan hadiah lomba Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dianggarkan dua milyar dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).
Untuk penelitian tingkat mahasiswa strata 1 yang dikanalisasi dalam PKM, Dikti akan membagikan dana penelitian 3 juta sampai 10 juta rupiah. Sebagai gambaran tahun 2008, Dikti meloloskan 2.500 proposal. “Dengan cara seperti itu minat mahasiswa akan lebih terpacu. Karena setiap penelitian dibutuhkan biaya yang tidak sedikit dan dengan hadiah cukup besar membuat mahasiswa semakin terangsang untuk membuat riset.” Ujar Ir Nasaruddin Salam MT selaku Pembantu Rektor bidang kemahasiswaan.
Tidak hanya pihak universitas yang mencoba terus menggiatkan minat mahasiswa dalam kegiatan seperti itu, pihak fakultas pun ikut andil. Sudah banyak fakultas yang mendorong mahasiswanya untuk terus meneliti dan menulis. Misalnya saja dengan mengaktifkan lembaga penalaran ilmiah, seperti yang sudah ada di beberapa fakultas. Sebut saja Fakultas Kedokteran dengan Medical Youth Research Center (MYRC), Fakultas Ilmu Sosial dan Politik dengan Fisip Research Center (Fire C), dan Fakultas Hukum dengan Lembaga Penalaran dan Penulisan Karya Ilmiah (LP2KI).
Rafiqa Nurdin selaku ketua MYRC-FK mengatakan bahwa pihak fakultas selalu memberikan dana untuk setiap kegiatan penelitian yang dilakukan oleh anggota timnya. “mereka selalu memberikan bantuan sesuai dengan apa yang kami butuhkan” ujarnya kepada Identitas, Minggu (17/1). Tidak jauh berbeda dengan Fakultas Hukum, Drs Farida Patitingi sebagai Pembantu Dekan bidang kemahasiswaan FH mengatakan bahwa pihak fakultas siap mendanai kegiatan meneliti mahasiswa. “kami selalu mendukung kegiatan yang positif bagi mahasiswa, karena itu bisa mengharumkan nama Fakultas dan Unhas tentunya” terangnya. Menurutnya LP2KI, sudah bisa mengharumkan nama FH dengan beberapa lomba yang pernah dimenangkan oleh anggota dari LP2KI.
Tapi, hanya sedikit fakultas yang bisa mewadahi mahasiswanya untuk terus melakukan penelitian. Tidak mencapai setengah dari jumlah seluruh fakultas di Unhas. Padahal Unhas sudah melakukan kegiatan untuk menggiatkan minat meneliti dan menulis. Salah satu contoh dengan mengadakan pelatihan-pelatihan penulisan kepada mahasiswa. Setiap fakultas di Unhas diwakili oleh tiga orang untuk diberi pengertian bagaimana membuat karya tulis ilmiah dan mengingkutsertakan ke perlombaan. Dan diharapkan mahasiswa per fakultas akan menularkannya ke teman-temannya di fakultas lain. Tidak hanya mahasiswa yang diberikan penyuluhan, dosen pun mendapat jatah. Unhas memberikan pelatihan kepada dosen pembimbing karya tulis.
Dan, hal itu tergantung dari keinginan dan gerak nyata seorang mahasiswa dalam memberikan sumbangan bagi dunia pendidikan. Sedikit langkah itu akan memberikan secarah harapan bagi inovasi dalam pendidikan yang dapat dikembangkan pada bidang teknologi. Banyaknya penelitian dalam berbagai bidang studi mahasiswa adalah sebuah modal penting bagi pengembangan keilmuan. Sebagai langkah nyata dalam pengamalan Tri Dharma Pendidikan Tinggi. Tra/Nti

1:39 AM
mg Unhas jaya selalu..... cayo...