Dapat tugas mencari jurnal internasional? Ataukah anda perlu referensi jurnal internasional? Tak perlu pusing, apalagi bingung. Unhas telah menyediakannya untuk anda civitas akademika.
Menjelajahi dunia maya untuk mencari jurnal internasional, tentu saja tak semudah mencari artikel biasa. Dibutuhkan kejelian dan fasilitas yang mendukung. Diantara fasilitas yang paling dibutuhkan sivitas akademika demi kelancaran pencarian jurnal adalah database jurnal elektronik.
Oleh karena itu, Oktober tahun lalu Unhas membeli dua database Jurnal Elektronik seharga 200 juta rupiah. Sayangnya, kehadiran Jurnal Elektronik ini belum banyak diketahui sivitas akademika. Mungkin karena penempatannya yang kurang tepat atau sosialisasi yang belum berjalan. Entahlah, yang jelas fasilitas ini diperuntukkan bagi seluruh civitas akademika.
Mungkin banyak yang bertanya-tanya, mengapa ruang Divisi Pelayanan Informasi dan Teknologi yang letaknya bersebelahan dengan ruang Perpustakaan Pusat tak kunjung difungsikan pasca renovasi. Jawabannya adalah komputer yang ada dalam ruangan tersebut dipindahkan ke ruangan yang berada di sebelahnya, ruang tersebut diberi nama Ruang Layanan Elektronik Jurnal.
Dalam ruangan tersebut, terdapat 50 unit komputer. Kesemua computer tak dapat digunakan untuk membuka situs sesuai keinginan penggunanya, melainkan hanya dapat membuka situs www.proquest.com. Dalam situs ini terdapat puluhan ribu judul jurnal penelitian yang dapat diakses secara bebas.
Bagi mahasiswa atau dosen yang membutuhkan bahan dari jurnal sebagai referensi dalam perkuliahan, hal ini tentunya menjadi sebuah kabar gembira. Mereka tak perlu lagi membaca bertumpuk-tumpuk jurnal di perpustakaan, tapi cukup datang ke Ruang Pelayanan Jurnal Elektronik.
Sementara bagi yang tak ingin repot datang ke perpustakaan, mereka tetap bisa mengakses Jurnal Elektronik melalui laptop, asalkan masih berada dalam area hotspot Unhas. Namun sebelumnya, mereka harus datang ke perpustakaan terlebih dahulu untuk meminta passwordnya pada operator ruangan. Password tersebut dapat diperoleh secara gratis.
Kepala UPT Perpustakaan, Dr Noer Jihad Saleh MA menuturkan, fasilitas ini sengaja disediakan untuk meningkatkan mutu pelayanan perpustakaan. Apalagi, seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan Informasi dan Teknologi (IT) tak bisa dibendung lagi. “Selain karena tuntutan institusi, Jurnal Elektronik juga disediakan sebagai salah satu syarat untuk menuju World Class University,” tutur Noer Jihad ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/05).
Kembali lagi ke masalah klasik, dimana seringkali sebuah fasilitas baru yang belum familiar karena kurang sosialisasi. Begitupun yang terjadi pada kehadiran Ruangan Pelayanan Jurnal Elektronik yang masih belum banyak diketahui oleh warga kampus.
Contohnya saja, Dirwan Muchlis, mahasiswa pascasarjana yang sering membaca jurnal di perpustakaan mengaku belum mengetahui adanya fasilitas tersebut,“Saya belum tau kalau sekarang Unhas menyediakan layanan Jurnal Elektronik. Selama ini saya hanya membaca jurnal di perpustakaan,” ungkap Dirwan.
Hal senada diungkapkan Ruslan, mahasiswa Fakultas MIPA angkatan 2005 ini sering memasuski Ruangan Layanan Elektronik Jurnal. Namun tak pernah mengakses fasilitas yang tersedia karena ketidaktahuannya. “Saya cuma membuka situs lain untuk mencari bahan kuliah dengan menggunakan komputer yang tidak dilengkapi dengan fasilitas Jurnal Elektronik,” papar mahasiswa Jurusan Fisika ini.
Sementara itu, Dr. dr. Muhammad Akbar, SpS.PhD, ketua Panitia Penyediaan Barang dan Jasa dalam hal Jurnal Elektronik ini menyesalkan lambatnya sosialisasi kepada sivitas akademika mengenai fasilitas ini. Sebab bagaimana pun, fasilitas ini sama sekali tak bermanfaat jika sekedar jadi pajangan tanpa pernah disentuh.
“Kalau sampai saat ini ruangan tersebut belum juga dilaunching, untuk apa kita membuang-buang uang 200 juta rupiah? Banyak atau sedikit mahasiswa yang menggunakan, bayarannya tetap sama. Karena itu, sangat disayangkan jika ruangan tersebut belum juga dilaunching,” papar Akbar.
Akbar juga mengaku baru saja menerima surat permintaan agar Jurnal Eektronik yang masanya akan berakhir Oktober mendatang ini diperpanjang. Namun pihaknya keberatan jika yang sebelumnya saja belum dimanfaatkan secara optimal. Apalagi ada rencana kelak biaya perpanjangan Jurnal Elektronik ini akan diperbanyak menjadi 500 juta rupiah dan databasenya ditambah.
Menjawab berbagai keluhan terkait fasilitas baru tersebut, Noer Jihad sendiri mengatakan sebentar lagi ruangan tersebut akan dilaunching, tinggal menunggu waktu yang tepat dan disesuaikan dengan jadwal rektor.(Nay/Hry)
BALADA SEORANG KAMILAN
6 minutes ago


0 comments:
Post a Comment