Dekan Terpilih Tersandung Aturan Menteri

Dekan FMIPA dan FIB yang sudah terpilih akhirnya dilantik, setelah dipilih ulang lewat anggota Senat Fakultas. Lantai 1 Gedung Rektorat Unhas tampak ramai. Jumat siang (08/05), di ruang persegi empat itu, sedang berlangsung acara pelantikan kepada, Prof Dr Abdul Wahid Wahab, MSc selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) dan Prof Dr Burhanuddin Arafah M Hum selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Hari itu, wajah kedua nahkoda itu berbinar-binar. Bagaimana tidak, kemenangan mereka di tingkat dosen sebelumnya sempat tersandung lantaran adanya aturan baru dari menteri pendidikan soal pemilihan dekan yang harus dilakukan di tingkat senat fakultas. Padahal, persaingan akbar sudah digelar untuk memenangkan kursi nomor satu di tingkat fakultas. Untung, saat pemilihan ulang di level guru besar, kedua dekan terpilih itu, kembali mendominasi suara anggota senat di fakultasnya.
Tampaknya, perjalanan menuju kursi dekan itu penuh liku. Prof Wahid Wahab, Dekan FMIPA periode 2009-2013 misalnya. Ia harus bersaing ketat dengan tiga calon rivalnya, yakni Dr Hanapi Usman MS dari Jurusan Kimia, Dr Dirayah Rauf Husain, DEA dari Biologi, serta Dr Wira Bahari Nurdin mewakili Jurusan Fisika, pada 10 Februari 2009 lalu. Pada putaran awal, suara tertinggi diperoleh oleh Prof Wahid dengan raihan suara sebanyak 53 suara, disusul oleh Dr Hanapi sebanyak 44 suara, kemudian Dr Dirayah 23 suara, dan Dr Wira 1 suara. Seminggu kemudian, kedua calon dengan suara terbanyak kembali bertarung dalam putaran kedua tepatnya pada 17 Februari. Hasilnya, Prof Wahid kembali unggul dengan perolehan suara 69. Sedangkan Dr Hanapi mendapatkan 54 suara.
Namun, beberapa hari setelah pemilihan, Dekan FMIPA periode 2005-2009, Prof Dr Alfian Noor MSc, menerima Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2008 tanggal 29 Oktober 2008 tentang pengangkatan dan pemberhentian dosen sebagai pimpinan perguruan tinggi dan pimpinan fakultas. Prof Alfian mengatakan, dalam Permendiknas tersebut dijelaskan pada pasal 9 ayat 1 bahwa pemberian pertimbangan calon Dekan dan Pembantu Dekan dilakukan melalui rapat senat fakultas yang diselenggarakan khusus untuk maksud tersebut. “Berarti sejak tanggal disahkannya Permendiknas ini, pemilihan dekan pada perguruan tinggi tidak boleh lagi dilakukan oleh kalangan dosen (sebagaimana yang telah dilakukan FMIPA), melainkan dilakukan oleh senat fakultas,” jelas Alfian.
Dengan adanya aturan baru ini, Senat Universitas pun akhirnya meminta Alfian untuk menggelar pemilihan ulang. Tak pelak, hal itu membuat kondisi internal FMIPA kembali memanas. Mulai dari ketatnya persaingan sampai bagaimana penetapan mekanisme pemilihan dilakukan di tingkat senat fakultas? Tapi anggota senat FMIPA sepertinya tak mau “susah payah.” Dua calon dengan perolehan suara tertinggi pada hasil pemilihan awal, disetujui menjadi calon pada pemilihan yang dilakukan oleh 28 anggota senat FMIPA. Hasilnya, Prof Wahid mendapatkan 15 suara sedangkan Dr Hanapi 11 suara.

Sedikit Kontroversial

Berbeda dengan FMIPA, pemilihan ulang dekan di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) mendapat serotan dari salah seorang anggota senat, Prof Dr Abd Hakim Yassi, MA. Model penyesuaian seperti yang diterapkan pada FMIPA, yang langsung menetapkan kandidat dekan berdasarkan pada hasil pemilihan dekan sebelumnya, dianggap sedikit menyalahi aturan baru menteri itu..
Prof Hakim menilai, FIB sama sekali tidak mengadakan pemilihan ulang sebagaimana kehendak Permendiknas, melainkan hanya melakukan penyesuaian rasio persentase terhadap hasil yang diperoleh pada pemilihan dekan yang dilakukan pada Kamis, (26/02) lalu. Ini dilakukan berdasarkan surat dari rektor melalui Badan Pengurus Harian (BPH) Universitas. Rektor meminta melakukan penyesuaian saja. “Inilah yang menjadi kontroversi pada saat rapat senat fakultas, yang dilakukan hanya penyesuaian bukan pemilihan yang jelas sehingga hanya memodifikasi aturan menteri dan menurut saya itu salah,” papar Hakim yang juga Kepala Program Studi Sastra Inggris Pasca Sarjana.
Karena sebagian besar senat FIB setuju dilakukan penyesuaian, maka pada Rabu (8/4), dua calon yang terpilih pada pemilihan dekan dengan perolehan suara terbanyak pada suksesi sebelumnya, yakni Prof Dr Burhanuddin Arafah, MHum dan Dr Etty Bazergan, MEd, dijadikan bakal calon pada pemilihan dekan di tingkat senat. Namun Prof Dr Burhanuddin kembali memenangkan suara anggota senat FIB..
Menanggapi hal itu, Pembantu Rektor I Unhas, Prof Dr Dadang A. Suriamiharja, M Eng mengatakan, apa yang dilakukan oleh senat FIB maupun senat FMIPA telah menempuh jalan yang benar. Keduanya telah mengikuti permintaan Permendiknas. “Kedua fakultas memang telah melakukan pemilihan masal oleh dosen. Tapi itu kan semacam penjaringan. Nanti hasilnya diputuskan oleh senat fakultas. Jadi, tidak serta merta hasil keputusan dosen yang diterima. Melainkan ditimbang-timbang dulu,” jelas dosen FMIPA ini.(Iam/Dyt)

Tags:

About author

Penerbitan Kampus identitas Unhas.

0 komentar

Leave a Reply

silahkan isi komentar anda.
sebelum isi komentar anda harus daftar terlebih dahulu di sini