<body><iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=35470829&amp;blogName=KABAR+DARI+KAMPUS+UNHAS&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fwww.identitasonline.net%2F&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div id="space-for-ie"></div>
SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR KAMPUS UNHAS
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at Photobucket

Monday, March 03, 2008

Berbenah Menuju Sistem Multimedia

Unhas akan menerapkan suatu sistem yang dinamakan Sistem Informasi Manajemen. Realisasinya tengah berjalan tetapi belum disosialisasikan ke mahasiswa.


Minggu kedua Januari lalu, di lantai dasar perpustakaan pusat, samping ruangan Bimbingan dan Konseling, tepatnya di ruangan P3KI, dipadati 40 lebih pegawai administrasi. Dalam rangka mempersiapkan Unhas menjadi universitas terpadu berbasis multimedia, sekarang ini tengah diupayakan pembangunan, pengembangan dan penerapan sistem informasi yang nantinya akan menggeser proses input data secara manual menjadi otomatisasi. Tiap-tiap fakultas mengirimkan tiga orang perwakilan untuk pengenalan sistem baru tersebut.
Sistem yang dinamakan Sistem Informasi Manajemen (SIM) ini merupakan program kerjasama Unhas dengan IM-HERE untuk universitas dan INHERENT. Penerapan sistem tersebut dimaksudkan akan mempermudah memperoleh informasi yang diinginkan baik dari universitas maupun tiap-tiap fakultas.
SIM ini sudah pernah dibangun pada tahun 2002 dengan bantuan hibah dari proyek TPSDP. Namun, bantuan ini belum cukup untuk melengkapi sistem tersebut. Proyek ini berjalan kembali sejak ada bantuan dari Bank Dunia (IM-HERE) yang memberikan serta melengkapi sistem yang telah ada sebelumnya. IM-HERE disini bertindak sebagai pelanjut dan pengembang dari program INHERENT sebelumnya.
Kesiapan Unhas menuju universitas berbasis multimedia hingga kini masih dalam tahap pengembangan sistem. Fasilitas jaringan yang tersedia saat ini berupa; koneksi internet simetri (uplink dan downlink) dengan kapasitas 256 Kbps dari rektorat dan beberapa koneksi lainnya yang telah dilanggan oleh berbagai fakultas dan jurusan. Termasuk koneksi downlink sebesar 9 Mbps dari School of Internet (SOI) yang diselenggarakan oleh WADE Japan, serta koneksi tertutup (intranet) untuk Global Development Learning Network (GDLN) dari Bank Dunia.
Fasilitas-fasilitas itu nantinya akan diintegrasikan dengan dana IM-HERE untuk pemanfaatan seluas-luasnya oleh PTN dan PTS. IM-HERE B2A diperuntukkan untuk perbaikan manajemen mutu universitas, sebagai persiapan BHP, yang menggunakan total dana 3,9 Milyar, saat ini sedang dikembangkan oleh masing-masing fakultas.
Diharapkan penerapannya dapat terealisasi dalam waktu dekat. Dekan Teknik Prof Dr Ir H M Saleh Pallu MEng ketika ditemui diruangnya, menyatakan optimis bahwa pada semester awal tahun 2008 nanti, SIM sudah dapat diterapkan di Fakultas Teknik. Lebih lanjut, Saleh menambahkan bahwa upaya yang tengah dilakukan masih sebatas penginputan data yang dilakukan dengan kombinasi antara manual dan otomatis.
Berbeda dengan Saleh, Drs M Hasbih MSc selaku Ketua Divisi Sumber Daya Manusia untuk Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PTIK) beranggapan lain. Menurutnya, pengembangan SIM ini telah siap untuk diterapkan. Tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) Rektor. “Bulan Februari ini diharapkan SK telah turun, jadi sistem ini sudah bisa diterapkan oleh universitas dan masing-masing fakultas,” ujarnya.
Hasbih menambahkan bahwa dalam penerapan sistem ini, mahasiswa tidak perlu khawatir. Nantinya sistem ini tidak lagi menggunakan jaringan hotspot melainkan dengan menggunakan fiber optic. Ini akan dipasang dari PTIK ke tiap-tiap fakultas. Sehingga tak akan ditemukan kendala untuk mengakses atau meng-input data yang dibutuhkan, meski hampir semua mahasiswa, dalam waktu yang bersamaan, juga mengakses hal yang sama.
Sistem berbasis multimedia ini sangat mendukung kesiapan Unhas menjadi universitas terpadu yang memiliki pencatatan aset yang jelas. “Menjadi universitas terpadu bukanlah suatu hal yang mudah”, ujar PR I Prof Dadang A Suriamiharja. Ia juga berharap agar sistem ini dapat dengan cepat terealisasi sehingga memudahkan perolehan informasi yang dibutuhkan. Meski demikian, Unhas tetap bercita-cita menjadi salah satu universitas terpadu yang sifatnya sehat. Dan pencatatan informasi ke dalam sebuah sistem database menjadi hal terpenting sebagai langkah awal penerapan sistem ini.
Kesiapan Unhas menerapkan SIM boleh jadi sedang menginjak proses akhir. Namun, sebagian besar mahasiswa masih tidak mengetahui sistem baru yang rencananya sudah siap diterapkan ini. Mardiansyah misalnya. “Saya tidak pernah mendengar bila nantinya di Unhas akan diterapkan sebuah sistem informasi baru yang dapat diakses dengan mudah oleh mahasiswa”, ujar mahasiswa FKM angkatan 2007 tersebut. Rizal, mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP angkatan 2005 pun menyatakan hal serupa. Menurutnya, pihak fakultas belum pernah mengadakan sosialisasi dengan sistem ini.
Ini memaksa Hasbi kembali angkat bicara. Menurutnya, sistem ini bukannya tidak ingin disosialisasikan kepada mahasiswa. Akan tetapi, bila sistem telah siap dan SK sudah keluar, barulah proses sosialisasi kepada mahasiswa dilakukan. “Bila sistem belum layak diterapkan dan pengenalannya sudah dilaksanakan ke seluruh mahasiswa maka akan timbul kerancuan. Selain itu, proses penyelesaian sistem ini pun dapat terhambat dan tidak dapat berjalan sesuai harapan”, tandasnya. Hasbih melanjutkan bahwa sosialisasi penerapan sistem ini nantinya diambil alih oleh masing-masing fakultas. Jadi, fakultaslah yang nantinya bertanggung jawab atas sosialisasi sistem baru ini.
Fia/ Ayh
.