Merajut Mimpi Alumni Unhas
”Kami dari pihak Unhas berusaha agar Hard Skill dan Soft Skill mahasiswa dapat berimbang. Hal itu kami maksudkan agar Output Unhas memilki daya saing yang tinggi dan siap pakai dalam memperoleh pekerjaan,” Ir Nasaruddin Salam MT selaku Pembantu Rektor (PR) III.
Universitas Hasanuddin (Unhas) hampir tiap tahunnya mencetak ribuan sarjana. Dan tak sedikit diantara mereka menjadi pengangguran. Ketatnya persaingan dunia kerja membuat para alumni Unhas harus jeli dan pandai dalam mencari lowongan. Tak jarang dari sekian ribu mahasiswa yang telah sarjana, hanya beberapa persen saja yang diterima di beberapa perusahaan. Kondisi ini pula mendorong pihak Unhas membenah diri melalui Metode Pembelajaran Student Center Learning (SCL). Ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan hard skil mahasiswa dalam bidang akademik. Selain itu berbagai macam latihan kepemimpinan diharapkan mampu merangsang minat mahasiswa untuk berlembaga. ”Kami dari pihak Unhas berusaha agar Hard Skill dan Soft Skill mahasiswa dapat berimbang. Hal itu kami maksudkan agar Output Unhas memilki daya saing tinggi dan siap pakai dalam memperoleh pekerjaan,” ujar Ir Nasaruddin Salam MT, Pembantu Rektor (PR) III.
Disamping penguatan internal dibutuhkan pula sebuah badan yang yang mampu menjembatani alumni dan mahasiswa Fresh graduate dengan perusahaan serta instansi. Dengan begitu diharapkan informasi lowongan kerja dapat lebih cepat diterima oleh alumni. Tepatnya Selasa 13 maret 2007, dikeluarkanlah Surat Keputusan (SK) Rektor No.427/H4/O/2007. Mengenai pembentukan Unit Pelaksana Teknis Job Placement Center (UPT JPC) yang bertugas memberikan bimbingan dan pelatihan terhadap mahasiswa tingkat akhir dan alumni mengenai taktik, strategi, serta cara melamar pekerjaan yang baik dengan mengundang pihak-pihak terkait dengan dunia kerja open house (Bursa Kerja). Kegiatan berupa pelatihan peningkatan soft skill bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni antara lain working skill, kewirausahaan, pelatihan motivasi, dan latihan kepemimpinan, pembangunan jaringan serta studi pelacakan di rangkai didalam program UPT .
Mengenai mekanisme pendaftaran di UPT tergantung dari pihak perusahaan yang menentukan. Terkadang pihak perusahaan ingin data diri beserta persyaratannya dikirim langsung ke kantor pusat atau malah pihak UPT sendiri yang mengirimnya. ”Kami hanya mengirimkan pengumuman kepada PD III adanya lowongan kerja, selebihnya PD III sendiri yang menginformasikan ke mahasiswa,” papar Ir M Fauzi Arifin MSi selaku ketua UPT JPC. Beberapa perusahaan pernah menggandeng UPT dalam merekrut tenaga kerja dari alumni Unhas. Diantaranya Pertamina, PT Inco, Bank Danamon, Bank Niaga, Bank Mandiri, Indosat, PT. Semen Tonasa, PT. Trakindo dan PT. Raja Garuda Mas Indonesia. Salah satu perusahaan yang mengadakan kerjasama dengan UPT yakni PT.Indosat menilai bahwa alasannya memilih Unhas karena Unhas masih patut dikatakan Universitas terbaik di Indonesia Timur, ini diungkapkan Arifuddin K selaku koordinator Human Resource INDOSAT. ”Mengenai alasan kami memilih Unhas sebagai tempat perekrutan karyawan, tidak lain karena kami masih melihat Unhas tetap menjadi universitas terbaik di Indonesia Timur,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Namun di sisi lain hampir setahun usia badan ini dibentuk. Dan pelantikan kepengurusan baru dapat terlaksana bulan Oktober kemarin, itu pun kepala sub. Bagian dan jajaran divisi belum terisi. Hingga saat ini berbagai tugas dan program kerjanya belum sempat terlaksana, bahkan sosialisasi program UPT masih kurang. Tak dapat dipungkiri, keberadaan UPT JPC ini sangat penting bagi mahasiswa fresh Graduate dan alumni dalam membantu memperoleh pekerjan. Namun keberadaannya masih kurang informatif. ”Up to date info harus berimbang tidak hanya saat menjadi mahasiswa fresh gradute tetapi juga saat berstatus alumni harus terus ada,” ungkap Santi Kusumawardani salah satu alumni yang pernah menggunakan layanan jasa UPT JPC.
Fauzi Arifin sendiri memaparkan, sampai saat ini ia sendiri agak kewalahan dalam mengurusi semuanya. Untuk program kedepan dosen teknik geologi tersebut berjanji, bulan Maret nanti akan ada pelatihan bagi mahasiswa tingkat akhir kiat-kiat menghadapi wawancara, psiko tes dan bagaimana memasuki dunia kerja. Akan diadakan pula bursa kerja dan layan online berupa website, yang setiap saat dapat dikunjungi oleh mahasiswa dan alumni Unhas. Sebagai salah satu keluaran Unhas, Arif menyarankan agar pihak alumni Unhas masih harus mempersiapkan dirinya dalam memasuki dunia kerja. Sebab kelemahan alumni Unhas adalah ketidaksiapan dalam memasuki dunia kerja. ”Paling tidak para alumni-alumni Unhas memiliki pengalaman dalam dunia kerja, misalnya magang atau praktek kerja lapang (PKL) yang lebih lama,” tandasnya.
Sedangkan mengenai peran Ikatan Alumni (IKA) Unhas sendiri di dalam memberikan kontribusi bagi alumni yang ingin menapaki dunia kerja setelah keberadaan UPT, PR III menegaskan. Bahwa, kehadiran UPT JPC bukan berarti ketidakmapuan IKA mengurusi alumninya. Melainkan dengan adanya UPT ini diharapkan dapat menghubungkan alumni dengan IKA. ” Mana mungkin organisasi seperti IKA yang didalamnya penuh dengan orang-orang yang sibuk, harus mengurusi alumni Unhas yang mencari kerja, kan tidak mungkin!” imbuhnya.
Sin/ Ikb
Universitas Hasanuddin (Unhas) hampir tiap tahunnya mencetak ribuan sarjana. Dan tak sedikit diantara mereka menjadi pengangguran. Ketatnya persaingan dunia kerja membuat para alumni Unhas harus jeli dan pandai dalam mencari lowongan. Tak jarang dari sekian ribu mahasiswa yang telah sarjana, hanya beberapa persen saja yang diterima di beberapa perusahaan. Kondisi ini pula mendorong pihak Unhas membenah diri melalui Metode Pembelajaran Student Center Learning (SCL). Ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan hard skil mahasiswa dalam bidang akademik. Selain itu berbagai macam latihan kepemimpinan diharapkan mampu merangsang minat mahasiswa untuk berlembaga. ”Kami dari pihak Unhas berusaha agar Hard Skill dan Soft Skill mahasiswa dapat berimbang. Hal itu kami maksudkan agar Output Unhas memilki daya saing tinggi dan siap pakai dalam memperoleh pekerjaan,” ujar Ir Nasaruddin Salam MT, Pembantu Rektor (PR) III.
Disamping penguatan internal dibutuhkan pula sebuah badan yang yang mampu menjembatani alumni dan mahasiswa Fresh graduate dengan perusahaan serta instansi. Dengan begitu diharapkan informasi lowongan kerja dapat lebih cepat diterima oleh alumni. Tepatnya Selasa 13 maret 2007, dikeluarkanlah Surat Keputusan (SK) Rektor No.427/H4/O/2007. Mengenai pembentukan Unit Pelaksana Teknis Job Placement Center (UPT JPC) yang bertugas memberikan bimbingan dan pelatihan terhadap mahasiswa tingkat akhir dan alumni mengenai taktik, strategi, serta cara melamar pekerjaan yang baik dengan mengundang pihak-pihak terkait dengan dunia kerja open house (Bursa Kerja). Kegiatan berupa pelatihan peningkatan soft skill bagi mahasiswa tingkat akhir dan alumni antara lain working skill, kewirausahaan, pelatihan motivasi, dan latihan kepemimpinan, pembangunan jaringan serta studi pelacakan di rangkai didalam program UPT .
Mengenai mekanisme pendaftaran di UPT tergantung dari pihak perusahaan yang menentukan. Terkadang pihak perusahaan ingin data diri beserta persyaratannya dikirim langsung ke kantor pusat atau malah pihak UPT sendiri yang mengirimnya. ”Kami hanya mengirimkan pengumuman kepada PD III adanya lowongan kerja, selebihnya PD III sendiri yang menginformasikan ke mahasiswa,” papar Ir M Fauzi Arifin MSi selaku ketua UPT JPC. Beberapa perusahaan pernah menggandeng UPT dalam merekrut tenaga kerja dari alumni Unhas. Diantaranya Pertamina, PT Inco, Bank Danamon, Bank Niaga, Bank Mandiri, Indosat, PT. Semen Tonasa, PT. Trakindo dan PT. Raja Garuda Mas Indonesia. Salah satu perusahaan yang mengadakan kerjasama dengan UPT yakni PT.Indosat menilai bahwa alasannya memilih Unhas karena Unhas masih patut dikatakan Universitas terbaik di Indonesia Timur, ini diungkapkan Arifuddin K selaku koordinator Human Resource INDOSAT. ”Mengenai alasan kami memilih Unhas sebagai tempat perekrutan karyawan, tidak lain karena kami masih melihat Unhas tetap menjadi universitas terbaik di Indonesia Timur,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Namun di sisi lain hampir setahun usia badan ini dibentuk. Dan pelantikan kepengurusan baru dapat terlaksana bulan Oktober kemarin, itu pun kepala sub. Bagian dan jajaran divisi belum terisi. Hingga saat ini berbagai tugas dan program kerjanya belum sempat terlaksana, bahkan sosialisasi program UPT masih kurang. Tak dapat dipungkiri, keberadaan UPT JPC ini sangat penting bagi mahasiswa fresh Graduate dan alumni dalam membantu memperoleh pekerjan. Namun keberadaannya masih kurang informatif. ”Up to date info harus berimbang tidak hanya saat menjadi mahasiswa fresh gradute tetapi juga saat berstatus alumni harus terus ada,” ungkap Santi Kusumawardani salah satu alumni yang pernah menggunakan layanan jasa UPT JPC.
Fauzi Arifin sendiri memaparkan, sampai saat ini ia sendiri agak kewalahan dalam mengurusi semuanya. Untuk program kedepan dosen teknik geologi tersebut berjanji, bulan Maret nanti akan ada pelatihan bagi mahasiswa tingkat akhir kiat-kiat menghadapi wawancara, psiko tes dan bagaimana memasuki dunia kerja. Akan diadakan pula bursa kerja dan layan online berupa website, yang setiap saat dapat dikunjungi oleh mahasiswa dan alumni Unhas. Sebagai salah satu keluaran Unhas, Arif menyarankan agar pihak alumni Unhas masih harus mempersiapkan dirinya dalam memasuki dunia kerja. Sebab kelemahan alumni Unhas adalah ketidaksiapan dalam memasuki dunia kerja. ”Paling tidak para alumni-alumni Unhas memiliki pengalaman dalam dunia kerja, misalnya magang atau praktek kerja lapang (PKL) yang lebih lama,” tandasnya.
Sedangkan mengenai peran Ikatan Alumni (IKA) Unhas sendiri di dalam memberikan kontribusi bagi alumni yang ingin menapaki dunia kerja setelah keberadaan UPT, PR III menegaskan. Bahwa, kehadiran UPT JPC bukan berarti ketidakmapuan IKA mengurusi alumninya. Melainkan dengan adanya UPT ini diharapkan dapat menghubungkan alumni dengan IKA. ” Mana mungkin organisasi seperti IKA yang didalamnya penuh dengan orang-orang yang sibuk, harus mengurusi alumni Unhas yang mencari kerja, kan tidak mungkin!” imbuhnya.
Sin/ Ikb




