<body><iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=35470829&amp;blogName=KABAR+DARI+KAMPUS+UNHAS&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fwww.identitasonline.net%2F&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div id="space-for-ie"></div>
SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR KAMPUS UNHAS
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at Photobucket

Thursday, January 17, 2008

Rektorat Berpaling ke Lain Hati

Setelah setahun bekerjasama dengan pihak BNI, kini rektorat mengalihkan transfer beasiswa nonswasta ke BRI. Ribuan mahasiswa yang memperoleh beasiswa PPA dan BBM pun diharuskan membuka rekening baru.

“Ada ji’ namaku di daftar?,” itulah pertanyaan yang terkadang dilontarkan oleh sebagian mahasiswa beberapa bulan terakhir. Memang, menjelang November hingga Desember, ruangan kemahasiswaan di hampir semua fakultas acap kali dikerumuni oleh mahasiswa. Pada bulan itu kepengurusan beasiswa PPA, PPE dan BBM dan beberapa beasiswa lain harus diperbaruhi lagi.
Besar harapan, dari proses pembaruan itu akan muncul nama-nama baru penerima beasiswa. Tercatat, ada 3649 mahasiswa Unhas yang mendapatkan beasiswa BBM maupun PPA setiap tahunnya. Dua beasiswa inilah yang selalu menanjak nominal rupiahnya per bulan. Untuk tahun 2008 ini saja, negara telah menganggarkan Rp 12 milyar hanya untuk PPA dan BBM di Unhas. “PPA dan BBM bertambah jumlahnya sebanyak 200 ribu rupiah per bulan, Ujar Hasanuddin staf bagian kemahasiswaan ini.
Meski begitu, di awal tahun ini, semua mahasiswa yang masuk daftar penerima beasiswa nonswasta ini telah diwanti-wanti untuk membuka nomor rekening baru di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Hal itu dilakukan sebagai persyaratan untuk mengambil kucuran beasiswa berikutnya.
Sebelumnya, dengan dalih banyaknya kendala yang ditemui saat proses pemberian beasiswa secara langsung diterapkan, maka rektorat bekerjasama dengan Bank Nasional Indonesia (BNI) menerapkan penarikan beasiswa nonswasta melalui ATM. Lebih tepatnya, rektorat memaksimalkan dwifungsi kartu mahasiswa yang juga kartu Automatic Teller Machine itu. Hal itu pun lalu disambut baik oleh sebagian besar mahasiswa, sebab tak ada lagi proses panjang untuk mendapatkan beasiswa.
Namun setelah satu tahun kerjasama itu berjalan, pihak Unhas seakan menalak pihak BNI. Dan semua urusan beasiswa nonswasta pun kini dialihkan ke BRI.
Adanya surat yang menginstruksikan perpindahan ini, membuat beberapa mahasiswa kalang kabut untuk melengkapi lagi berkas beasiswanya dengan nomor rekening baru. Alhasil, ini pun berbuah keluh, “ribet kalau mesti buka lagi, di BNI saja saya sudah memilki dua nomor rekening,” ujar Iraorismayanti mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi. Namun adapula yang menganggap perpindahan ini dengan nada berbeda. Andi Suharna Ningsih mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ini misalnya, ia justru menilai dengan mengurus beasiswa di BRI akan semakin gampang dan tidak berbelit.
Menurut Dr dr Wardihan A Sinrang Pembantu Rektor II, pengalihan ini dilakukan untuk mempermudah mahasiswa, karena uang tersebut berasal dari negara melalui bank BRI, supaya cepat masuk ke rekening mahasiswa makanya diwajibkan untuk membuka rekening di BRI.
Pertimbangan waktu dan kemudahan mahasiswa dalam menerima beasiswa yang menjadi tolok ukur utama kepindahan ini. Beasiswa nonswasta masuk ke dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), selain itu BRI merupakan salah satu Bank rekomendasi Pemerintah. Hal ini dikarenakan BRI telah memenangkan tender di Jakarta dalam menggadang APBN.
“Penerimaan kini tidak lagi melalui perantara, dan ini lebih mengemat waktu pengiriman, lagipula beberapa kali ada rekening mahasiswa yang sudah tutup sehingga uang tersebut dikembalikan lagi ke kas negara,” tukas Wardihan.

BNI Tidak Tahu
Sebagai bank yang terbuka, siap melayani siapa saja. BRI pun akan berusaha memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin kepada mahasiswa maupun nasabah lainnya. Selain itu, untuk jangka waktu secepatnya akan ada penambahan ATM di Unhas. “Untuk sementara, Cabang Unit kami yang terletak di UPT lantai satu Perpustakaan ini akan membantu mahasiswa khusus area kampus,” ujar Hasnawi Pimpinan Unit BRI cabang Tamalanrea.
Dalam waktu dekat ini, BRI juga akan menyiapkan loket tersendiri yang menyangkut masalah penerimaan beasiswa. Serta proses penerimaan akan dilakukan secara terjadwal dan berselingan antara BBM dan PPA. Sehingga mahasiswa tidak kerepotan dalam menunggu antrian.
Namun setelah dikonfirmasi dengan pihak BNI, justru BNI tak mengetahui ihwal perpindahan ini. Ini cukup mengejutkan Nurnahida saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/1). “Kami sama sekali belum mengetahui hal tersebut, surat pemberitahuan pun tak ada dari Unhas,” ujar Petugas Pengganti Sementara Pimpinan BNI cabang Unhas Tamalanrea.
Bagi Nurnahida, Unhas dan BNI sudah begitu lama melakukan kerjasama dan menjalin hubungan baik. Dan ia tak tahu mengapa terjadi perpindahan seperti ini dadakan tanpa konfirmasi sebelumnya. Pihak BNI seakan tak bisa menanggapi apa-apa, “Mungkin Unhas punya alasan tersendiri bagi mahasiswa,” tambah wanita yang biasa disapa Ida ini.
Selama membantu Unhas menangani transfer beasiswa, BNI beberapa kali mengalami beberapa kendala. Sering terjadinya kesalahan data baik penulisan rekening, nama bahkan penulihan nomor pokok mahasiswa. Akibatnya mahasiswa kembali direpotkan. Bahkan pihak BNI pun berkali-kali mengirimkan surat mengenai kesalahan tersebut tapi unhas pun hanya diam saja tanpa ada respon mengenai kesalahan.
Namun, di balik semua itu kerjasama dengan Unhas, yang jelas keuntungan akan diperoleh pihak BRI, yakni dengan bertambahnya jumlah nasabah. Dan bagi pihak BNI tetap mendapat keuntungan tersendiri yakni melalui pembayaran SPP yang disetor mahasiswa. (Ina/Mch)