Mengemas FK dengan ISO
Setelah berhasil mendapat acungan jempol dengan menggaet mahasiswa asal Negeri Jiran Malaysia, kini Fakultas Kedokteran (FK) tengah berbenah diri demi mendapatkan sertifikasi ISO 9001 : 2000. Sebuah standarisasi mutu bertaraf internasional.
Sesekali percakapan di ruangan pembantu dekan FK itu dibumbuinya dengan senyuman. Tak jarang pula ia bertutur dengan aksen serius. dr Mahmud Gaz Nawie Ph D Sp PA, Pembantu Dekan IV FK saat itu memang sedang menjamu tamu penting. Ia adalah Alvin Andiharu, konsultan dari Premisys Consulting, sebuah badan sertifikasi ISO (International Standardization for Organization).
Alvin nampak mendengarkan Mahmud dengan penuh perhatian. Sejak 20 Agustus lalu, Alvin telah menjalankan fungsinya sebagai konsultan ISO. Baginya, menjalani konsultasi di FK tak jauh beda dengan tempat klien-kliennya yang lain. Namun khusus untuk FK, Alvin mengaku memberi penilaian sedikit khsusus, sebab tahap-tahap sertifikasi mutu internasional bagi sebuah institusi pendidikan haruslah terperinci. Hal itu dikarenakan target yang ingin dicapai ialah ISO 9001-2000.
“Beberapa bulan ini kami telah memerhatikan sistem kerja di FK, melakukan training yang melibatkan tim ISO sendiri, juga nantinya akan melakukan konsultasi pembentukan sistem pada bulan desember mendatang, lalu melakukan sosialisasi dan implementasi dan terakhir melakukan audit,” tukas Alvin.
Geliat FK untuk go international ini sudah terlihat sejak lima tahun terakhir, saat mahasiswa asing mulai berkuliah di sana. Setelah memperoleh pengakuan lokal, yakni dari pihak Badan Akreditasi Nasional, birokrat FK sepertinya melihat sebuah celah baru untuk melangkah lebih maju. Menurut Drs Alimin Bado MS Kepala Biro Akademik Unhas, upaya yang dilakukan FK ini adalah demi menarik peluang go internasional, dengan memenuhi standar mutu internasional tersebut.
Sebenarnya, rencana penerapan ISO 9001:2000 sudah ada sejak Dr. Irawan Yusuf menjabat sebagai Dekan FK, tepatnya setahun lalu. Namun baru terlaksana pada bulan Agustus tahun ini.
Alimin menganggap hal ini sebagai suatu terobosan baru bagi mutu pelayanan. Bila berhasil, FK akan menjadi fakultas pertama di Unhas yang mendapatkan sertifikasi ISO. Jika hasilnya memuaskan, maka FK akan direkomendasikan untuk mendapatkan pengakuan dari badan sertifikasi sekaligus dari badan akreditasi.
Prosedur ISO
ISO 9001:2000 serupa dengan Standar Nasional Indonesia- SNI 19-9001-2001. Sistem manajemen ini berguna untuk mengendalikan dan mengarahkan organisasi dalam Perbaikan dan pengukuran mutu secara terus-menerus, untuk mengeliminasi variasi dengan menggunakan alat-alat statistik.
Pihak Birokrat FK menginginkan sertifikasi ini, karena mengharapkan manajemen kerja yang terstruktur, tercatat dan terjamin. Namun untuk mendapatkan sertifikasi ini, FK terlebih dahulu harus melalui tiga tahap, yakni pra-sertifikasi, sertifikasi dan pasca-sertifikasi.
“Saat ini FK masih berada di tahap pra-sertifikasi atau tahap audit dan target tercapainya sertifikat yaitu pada Desember tahun depan,” tutur Alvin Andiharu selaku konsultan FK. Pada tahap ini, badan sertifikasi akan meminta beberapa dokumentasi yang dibutuhkan, umumnya pedoman mutu, prosedur-prosedur, serta struktur organisasi. Setelah hal ini dapat diterima oleh badan sertifikasi, maka akan lanjut ke tahap sertifikasi.
Tahap selanjutnya berisi evaluasi, dan pelatihan yang akan melibatkan tim ISO sendiri. Dan tahap ketiga, yaitu pasca-sertifikasi. Dalam tahap ini, surveillance audit akan dilakukan dalam interval waktu yang teratur, untuk melihat bagaimana kinerja sistem manajemen mutu setelah sertifikasi.
Untuk mendapatkan pengakuan internasional tersebut, yang harus diutamakan adalah kepuasan pelanggan. Pelanggan disini pastilah mahasiswa. Namun saat proses sertifikasi ini sudah di depan mata, nampaknya masih banyak mahasiswa FK yang kurang paham dengan ISO. ”Sosialisasinya masih dalam bentuk pamflet dan spanduk, kalau dalam bentuk diskusi masih belum ada,” ungkap Anang mahasiswa FK angkatan 2003.
Meski begitu, tim ISO 9001:2000 di FK telah matang dibentuk. Dengan dipimpin langsung oleh dekan dan pembantu dekan IV. Tim tersebut disiapkan ruangan tersendiri dan berperan sebagai pengawas dan melakukan beragam kerjasama dengan para konsultan badan serifikasi, dalam hal mengontrol dan mengawasi mutu pelayanan FK.
Alimin Bado menjelaskan, bila ingin survive maka harus peduli pada sistem pelayanan. FK dalam hal ini berupaya penuh untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000, dan alimin berharap, jejak FK ini bisa menjadi teladan bagi fakultas lain di Unhas.
(M04, M13,M52,M58 /Mch)
Sesekali percakapan di ruangan pembantu dekan FK itu dibumbuinya dengan senyuman. Tak jarang pula ia bertutur dengan aksen serius. dr Mahmud Gaz Nawie Ph D Sp PA, Pembantu Dekan IV FK saat itu memang sedang menjamu tamu penting. Ia adalah Alvin Andiharu, konsultan dari Premisys Consulting, sebuah badan sertifikasi ISO (International Standardization for Organization).
Alvin nampak mendengarkan Mahmud dengan penuh perhatian. Sejak 20 Agustus lalu, Alvin telah menjalankan fungsinya sebagai konsultan ISO. Baginya, menjalani konsultasi di FK tak jauh beda dengan tempat klien-kliennya yang lain. Namun khusus untuk FK, Alvin mengaku memberi penilaian sedikit khsusus, sebab tahap-tahap sertifikasi mutu internasional bagi sebuah institusi pendidikan haruslah terperinci. Hal itu dikarenakan target yang ingin dicapai ialah ISO 9001-2000.
“Beberapa bulan ini kami telah memerhatikan sistem kerja di FK, melakukan training yang melibatkan tim ISO sendiri, juga nantinya akan melakukan konsultasi pembentukan sistem pada bulan desember mendatang, lalu melakukan sosialisasi dan implementasi dan terakhir melakukan audit,” tukas Alvin.
Geliat FK untuk go international ini sudah terlihat sejak lima tahun terakhir, saat mahasiswa asing mulai berkuliah di sana. Setelah memperoleh pengakuan lokal, yakni dari pihak Badan Akreditasi Nasional, birokrat FK sepertinya melihat sebuah celah baru untuk melangkah lebih maju. Menurut Drs Alimin Bado MS Kepala Biro Akademik Unhas, upaya yang dilakukan FK ini adalah demi menarik peluang go internasional, dengan memenuhi standar mutu internasional tersebut.
Sebenarnya, rencana penerapan ISO 9001:2000 sudah ada sejak Dr. Irawan Yusuf menjabat sebagai Dekan FK, tepatnya setahun lalu. Namun baru terlaksana pada bulan Agustus tahun ini.
Alimin menganggap hal ini sebagai suatu terobosan baru bagi mutu pelayanan. Bila berhasil, FK akan menjadi fakultas pertama di Unhas yang mendapatkan sertifikasi ISO. Jika hasilnya memuaskan, maka FK akan direkomendasikan untuk mendapatkan pengakuan dari badan sertifikasi sekaligus dari badan akreditasi.
Prosedur ISO
ISO 9001:2000 serupa dengan Standar Nasional Indonesia- SNI 19-9001-2001. Sistem manajemen ini berguna untuk mengendalikan dan mengarahkan organisasi dalam Perbaikan dan pengukuran mutu secara terus-menerus, untuk mengeliminasi variasi dengan menggunakan alat-alat statistik.
Pihak Birokrat FK menginginkan sertifikasi ini, karena mengharapkan manajemen kerja yang terstruktur, tercatat dan terjamin. Namun untuk mendapatkan sertifikasi ini, FK terlebih dahulu harus melalui tiga tahap, yakni pra-sertifikasi, sertifikasi dan pasca-sertifikasi.
“Saat ini FK masih berada di tahap pra-sertifikasi atau tahap audit dan target tercapainya sertifikat yaitu pada Desember tahun depan,” tutur Alvin Andiharu selaku konsultan FK. Pada tahap ini, badan sertifikasi akan meminta beberapa dokumentasi yang dibutuhkan, umumnya pedoman mutu, prosedur-prosedur, serta struktur organisasi. Setelah hal ini dapat diterima oleh badan sertifikasi, maka akan lanjut ke tahap sertifikasi.
Tahap selanjutnya berisi evaluasi, dan pelatihan yang akan melibatkan tim ISO sendiri. Dan tahap ketiga, yaitu pasca-sertifikasi. Dalam tahap ini, surveillance audit akan dilakukan dalam interval waktu yang teratur, untuk melihat bagaimana kinerja sistem manajemen mutu setelah sertifikasi.
Untuk mendapatkan pengakuan internasional tersebut, yang harus diutamakan adalah kepuasan pelanggan. Pelanggan disini pastilah mahasiswa. Namun saat proses sertifikasi ini sudah di depan mata, nampaknya masih banyak mahasiswa FK yang kurang paham dengan ISO. ”Sosialisasinya masih dalam bentuk pamflet dan spanduk, kalau dalam bentuk diskusi masih belum ada,” ungkap Anang mahasiswa FK angkatan 2003.
Meski begitu, tim ISO 9001:2000 di FK telah matang dibentuk. Dengan dipimpin langsung oleh dekan dan pembantu dekan IV. Tim tersebut disiapkan ruangan tersendiri dan berperan sebagai pengawas dan melakukan beragam kerjasama dengan para konsultan badan serifikasi, dalam hal mengontrol dan mengawasi mutu pelayanan FK.
Alimin Bado menjelaskan, bila ingin survive maka harus peduli pada sistem pelayanan. FK dalam hal ini berupaya penuh untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2000, dan alimin berharap, jejak FK ini bisa menjadi teladan bagi fakultas lain di Unhas.
(M04, M13,M52,M58 /Mch)




