<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=35470829&amp;blogName=KABAR+DARI+KAMPUS+UNHAS&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fwww.identitasonline.net%2F&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR KAMPUS UNHAS
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at Photobucket

Saturday, September 29, 2007

Citra Buruk Website Unhas

Disaat teknologi informasi semakin berkembang dan menguasai aktivitas global, situs maya Unhas tampaknya belum berbenah. Beberapa fiturnya dinilai masih kurang menarik.

“Situs Unhas disusupi gambar porno…,” itulah kutipan tulisan salah seorang pengguna mailing list group of identitas beberapa waktu lalu. Ia menceritakan, saat membuka situs resmi Unhas, yakni www.unhas.ac.id, ia melihat tampilan logo Unhas terganti sosok wanita bugil. Kini gambar porno tersebut tak ditemukan lagi, sebab itu hanyalah ulah Hacker yang hendak memberi tahu, kalau jaringan keamanan situs Unhas masihlah longgar.
Selain itu, website si ayam jago dari timur ini ternyata kurang mampu memberi kepuasan terhadap visitornya. Beberapa informasi expire masih bisa ditemukan. Bukan hanya itu, kemudahan mengakses juga terbilang mengecewakan. “Situs Unhas sering bad link dan tampilannya tidak menarik. Beberapa ikon fakultas bahkan tidak dapat terbuka,” ungkap Ramadani mahasiswa Ilmu Komunikasi.
Mungkin hal yang memberi kepuasan hanyalah pada layanan nama-nama lulusan SPMB terbaru tiap tahun. Sebut saja Weni, ia mengaku sangat terbantu bila hendak mengetahui siapa-siapa saja yang lulus di Unhas. Baik itu jalur kemitraan maupun jalur lainnya. ” Info tentang data-data mahasiswa barunya lengkap,” ujar wanita yang setiap tahunnya menelusuri situs maya Unhas ini.
Walaupun demikian, mahasiswi Fisip ini juga menyadari adanya kekurangan di website itu. Semisal, transparansi keuangan serta jumlah SPP yang tidak dicantumkan, sehingga mahasiswa baru yang berasal dari luar daerah tidak memiliki bayangan tentang jumlah nominal yang akan dia keluarkan untuk mendaftar.
Berbagai kekurangan web Unhas ini bagai pukulan keras di antara gaungan citra yang hendak dibangun oleh universitas. Website bisa dikatakan sebagai sebuah website, jika keseluruhannya terkait dengan grafik desain. Web berfungsi sebagai figur, berisikan informasi-informasi menarik bagi setiap lapisan masyarakat yang ingin mengetahui berbagai hal mengenai Unhas.
Musabab minimnya web ini pun semakin jelas. Saat di temui Pengelola Pusat Informasi Unhas (PIU), Rabu (5/09). Ternyata sampai saat ini, jumlah karyawan PIU yang mengurusi web hanya dua orang saja. Keduanya merupakan tenaga ahli dalam hal telematika dan desain grafis. Sementara hanya seorang yang menangani bidang jurnalistik. Wajarkah hal itu untuk seukuran Unhas?
Tidak adanya bagian yang khusus menangani seputar informasi keilmuan fakultas, membuat fitur keilmuan tidak terlalu berkembang. Hal itu bila dibandingkan dengan berita seremonial yang memang sering di-update. “Memang banyak fakultas yang tidak mengirimkan data-datanya untuk dimasukkan ke dalam web”, tutur M Dahlan Abu Bakar Kepala Humas Unhas. Ia juga menambahkan, seharusnya pihak universitas memberikan pelatihan pada untuk mengolah dan memberdayakan web ini, agar nantinya tidak menciptakan imej yang buruk.
Prof Dr H M Tola, M Eng. Dosen Teknik Elektro menjelaskan, seharusnya pihak universitas menyediakan segala informasi yang dibutuhkan, khususnya bagi mahasiswa. Hal itu meliputi database yang berkaitan dengan proses pembelajaran mahasiswa, perpustakaan dan jenis buku yang ada di dalamnya, jadwal mata kuliah, nama-nama dosen dan staf pengajar di unhas, daftar alumni, penjabaran visi dan misi atau program kerja dari pihak rektorat.
“Harus ada pembaharuan tampilan di waktu tertentu. Harus pula didukung dengan speed accses yang bagus. Karena itu akan membuat website Unhas menjadi lebih baik dan menarik bagi setiap orang, sehingga mampu menanamkan citra yang baik pula untuk menuju citra Unhas 2010 ke depan,” tambah pria yang akrab disapa Prof Tola ini.
Untuk tercapainya hasil yang diharapkan, pihak PIU ini harus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak yang benar-benar memahami bagian ini. Sebelumnya, pihak PIU juga pernah melakukan kerjasama dengan Jurusan Teknik Elektro. Namun saat ini, kerjasama itu sepertinya renggang dan mengalami kemunduran.
Bagaimanapun, web Unhas memiliki daya pikat tersendiri. Bukan hanya di Makassar, tapi skala nasional bahkan dunia bisa saja menilai karya lokal masyarakat kampus merah. Sebab tak bisa dimungkiri, website Unhas juga merupakan wajah universitas. Bila hal itu saja tak begitu menarik, bagiamana citra Unhas 2010 yang sering didengungkan itu dapat tercapai?. (M01, M04/Mch)