identitas No. 666/ Tahun XXXIII/ EDISI SPMB 2007
Kiat Mencari PTS Pilihan
Tidak lulus masuk ke PTN jangan dijadikan hambatan untuk tidak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. PTS bisa jadi pilihan, berikut tips-tipsnya.
Jatah yang disediakan dalam Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tak sebanding dengan pendaftarnya. Ini tak terlepas dari tingginya minat pelajar melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Berdasarkan polling yang dibuat oleh salah satu media elektronik kepada 4.125 pelajar Indonesia pada Juni 2007, diperoleh 2995 pelajar (73%) yang berminat melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi. Persaingan ketat membuat sebagian besar pelajar tidak dapat melanjutkan studi ke PTN.
Perlu diketahui, penerimaan melalui jalur SPMB hanya 14-17% peserta saja yang bisa diterima ke PTN. Dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) bisa menjadi suatu alternatif. Banyak yang perlu dicermati untuk mendapatkan PTS pilihan. Tapi sebelumnya, pilihlah bidang studi sesuai minat dan bakat. Bila tidak, jeratan Drop Out (DO) mungkin tak terelakkan. Berikut informasi yang perlu didapatkan baik melalui profile, brosur, pendapat (dari pegawai,dosen, maupun mahasiswa) pada PTS tersebut.
Biaya
Seringkali universitas yang diinginkan tidak sesuai dengan keadaan keuangan orang tua. Kuliah di perguruan tinggi memang banyak komponen biayanya seperti misalnya uang pendaftaran, gedung, spp, ataupun uang praktikum. Terlebih pada PTS. Yang lebih tidak bisa diperkirakan adalah biaya mendadak seperti fotokopi, beli buku, juga transportasi. Sebelum mendaftar, tanyakan detail biaya yang harus ditanggung selama kuliah. Perhitungkan juga biaya lain yang akan ditanggung saat berstatus mahasiswa. Diskusikan dengan orang tua agar orang tua tidak kebingungan mencari biaya setelah berkuliah di tempat tersebut.
Karena bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan. Jika dana terbatas, pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota dengan biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikannya tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, ataupun pekerjaan paruh waktu untuk mencukupi kebutuhan dana yang dibutuhkan.
Status Akreditasi
Bila tahun-tahun sebelumnya dikenal status disamakan, diakui ataupun terdaftar, sekarang ini ada yang bernama status akreditasi. Status inilah yang saat ini menjadi salah satu faktor utama yang digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya. Status ini diberikan untuk program studi yang diselenggarakan dan bukan pada keseluruhan jurusan/program studi pada suatu perguruan tinggi. Status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Akan tetapi status akreditasi bukan satu-satunya kebanggaan untuk melihat perguruan tinggi tersebut bermutu, masih banyak lagi faktor lainnya.
Fasilitas Pendidikan
Jangan mengandalkan tampilan fisik saja. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus diketahui dalam suatu PTS adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), bimbingan dan konseling serta perpustakaan yang dimiliki. Perhatikan kelengkapan perpustakaannya. Semuanya ini penting untuk mendukung keberhasilan sistem akademik yang diterapkan.
Bahkan pada beberapa PTS, disediakan wadah yang dibawahi suatu Lembaga Pengembangan yang nantinya memberikan pelatihan seperti kursus maupun workshop yang relevan dengan bidang ilmunya. Selain itu, beberapa PTS juga menyediakan fasilitas non-fisik yang patut diperhitungkan. Fasilitas itu berupa keringanan biaya yang biasanya diberikan kepada mahasiswa berprestasi ataupun yang dapat lulus dalam jangka waktu yang ditentukan.
Metode Belajar
Banyak cara yang ditawarkan oleh pihak universitas untuk mencetak lulusan yang berkualitas. Proses belajar dua arah, di mana mahasiswa pun dituntut untuk aktif saat berada di dalam kelas. Ini merupakan salah satu cara untuk pembentukan konsep yang matang. Dan seiring perkembangan zaman, pada sebagian PTS telah menerapkan sistem belajar bentuk e-learning. Sistem e-learning ini memberikan ruang gerak yang lebih bebas, dimana mahasiswa dapat mengikuti kuliah dengan mengakses proses pembelajaran yang sedang berlangsung di kelas. Dengan demikian, belajar tidak lagi terbatas ruang dan waktu. Makanya, tak sedikit PTS yang memberikan fasilitas notebook kepada mahasiswanya, sebagai suatu upaya untuk mendukung proses belajar tersebut.
Kurikulum
Akhir-akhir ini pun marak ditemui PTS yang telah menggunakan kurikulum berbasis kompetensi dan menjalin kerja sama dengan universitas luar negeri dalam pembuatan kurikulum. Hal tersebut direalisasikan melalui program-program studi yang ditawarkan, seperti program dual degree, sehingga seorang mahasiswa mendapat kesempatan untuk kuliah di dua tempat. Yaitu di PTS yang bersangkutan dan di universitas luar negeri yang diajak bekerja sama. Dan sadar akan tingginya kebutuhan untuk mampu bersaing di dunia kerja juga menuntut adanya perubahan dalam proses belajar mengajar. Jika unsur praktik biasanya lebih banyak diterapkan dalam jenjang diploma atau pascasarjana, kini hal itu juga telah diadopsi dalam jenjang strata satu. Dalam hal ini proporsi antara teori dan praktik diupayakan agar tetap seimbang.
Tenaga Pengajar
Hal ini menjadi salah satu daya magnet dari sebuah universitas untuk menjaring mahasiswa. Sejumlah PTS pun telah melengkapi armada pengajarnya dengan lulusan dari universitas ternama baik dari dalam maupun luar negeri. Setiap pengajar juga didorong untuk terus mengembangkan diri yang bisa diwujudkan melalui penelitian atau memberi fasilitas pengembangan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan tenaga akademiknya ke jenjang strata dua atau tiga.
Prospek
Hal terakhir yang mesti diperhatikan adalah bagaimana PTS menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa datang. Masuk pada suatu program studi favorit belum tentu menjanjikan apa-apa. Jika masuknya tidak sesuai bakat dan kemampuan maka bisa jadi akan putus di tengah jalan bahkan mungkin lulus tetapi kemudian hanya menjadi pengangguran. Anda harus dapat memprediksi prospek bidang studi yang dipilih dalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah lulus nanti. Konsultasikan dengan banyak orang. Dan tidak sedikit PTS berkoneksi dengan perusahaan tertentu untuk menjaring lulusannya. Jangan mempertaruhkan masa depan diri sendiri. Dapatkanlah banyak informasi dari tips ini. Semoga membantu!
*Diolah dari berbagai sumber.
Ayh/Mch
Tidak lulus masuk ke PTN jangan dijadikan hambatan untuk tidak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. PTS bisa jadi pilihan, berikut tips-tipsnya.
Jatah yang disediakan dalam Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tak sebanding dengan pendaftarnya. Ini tak terlepas dari tingginya minat pelajar melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Berdasarkan polling yang dibuat oleh salah satu media elektronik kepada 4.125 pelajar Indonesia pada Juni 2007, diperoleh 2995 pelajar (73%) yang berminat melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi. Persaingan ketat membuat sebagian besar pelajar tidak dapat melanjutkan studi ke PTN.
Perlu diketahui, penerimaan melalui jalur SPMB hanya 14-17% peserta saja yang bisa diterima ke PTN. Dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) bisa menjadi suatu alternatif. Banyak yang perlu dicermati untuk mendapatkan PTS pilihan. Tapi sebelumnya, pilihlah bidang studi sesuai minat dan bakat. Bila tidak, jeratan Drop Out (DO) mungkin tak terelakkan. Berikut informasi yang perlu didapatkan baik melalui profile, brosur, pendapat (dari pegawai,dosen, maupun mahasiswa) pada PTS tersebut.
Biaya
Seringkali universitas yang diinginkan tidak sesuai dengan keadaan keuangan orang tua. Kuliah di perguruan tinggi memang banyak komponen biayanya seperti misalnya uang pendaftaran, gedung, spp, ataupun uang praktikum. Terlebih pada PTS. Yang lebih tidak bisa diperkirakan adalah biaya mendadak seperti fotokopi, beli buku, juga transportasi. Sebelum mendaftar, tanyakan detail biaya yang harus ditanggung selama kuliah. Perhitungkan juga biaya lain yang akan ditanggung saat berstatus mahasiswa. Diskusikan dengan orang tua agar orang tua tidak kebingungan mencari biaya setelah berkuliah di tempat tersebut.
Karena bagi masyarakat golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan. Jika dana terbatas, pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota dengan biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikannya tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, ataupun pekerjaan paruh waktu untuk mencukupi kebutuhan dana yang dibutuhkan.
Status Akreditasi
Bila tahun-tahun sebelumnya dikenal status disamakan, diakui ataupun terdaftar, sekarang ini ada yang bernama status akreditasi. Status inilah yang saat ini menjadi salah satu faktor utama yang digunakan oleh PTS untuk mengiklankan dirinya. Status ini diberikan untuk program studi yang diselenggarakan dan bukan pada keseluruhan jurusan/program studi pada suatu perguruan tinggi. Status akreditasi ini menentukan kemandirian suatu program studi dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Akan tetapi status akreditasi bukan satu-satunya kebanggaan untuk melihat perguruan tinggi tersebut bermutu, masih banyak lagi faktor lainnya.
Fasilitas Pendidikan
Jangan mengandalkan tampilan fisik saja. Gedung megah dan ber-AC saja tidak cukup untuk menjamin berlangsungnya proses belajar mengajar yang baik. Fasilitas utama yang harus diketahui dalam suatu PTS adalah seberapa baik dan bagusnya fasilitas seperti laboratorium (komputer, akuntansi, bahasa, dan lain-lain), bimbingan dan konseling serta perpustakaan yang dimiliki. Perhatikan kelengkapan perpustakaannya. Semuanya ini penting untuk mendukung keberhasilan sistem akademik yang diterapkan.
Bahkan pada beberapa PTS, disediakan wadah yang dibawahi suatu Lembaga Pengembangan yang nantinya memberikan pelatihan seperti kursus maupun workshop yang relevan dengan bidang ilmunya. Selain itu, beberapa PTS juga menyediakan fasilitas non-fisik yang patut diperhitungkan. Fasilitas itu berupa keringanan biaya yang biasanya diberikan kepada mahasiswa berprestasi ataupun yang dapat lulus dalam jangka waktu yang ditentukan.
Metode Belajar
Banyak cara yang ditawarkan oleh pihak universitas untuk mencetak lulusan yang berkualitas. Proses belajar dua arah, di mana mahasiswa pun dituntut untuk aktif saat berada di dalam kelas. Ini merupakan salah satu cara untuk pembentukan konsep yang matang. Dan seiring perkembangan zaman, pada sebagian PTS telah menerapkan sistem belajar bentuk e-learning. Sistem e-learning ini memberikan ruang gerak yang lebih bebas, dimana mahasiswa dapat mengikuti kuliah dengan mengakses proses pembelajaran yang sedang berlangsung di kelas. Dengan demikian, belajar tidak lagi terbatas ruang dan waktu. Makanya, tak sedikit PTS yang memberikan fasilitas notebook kepada mahasiswanya, sebagai suatu upaya untuk mendukung proses belajar tersebut.
Kurikulum
Akhir-akhir ini pun marak ditemui PTS yang telah menggunakan kurikulum berbasis kompetensi dan menjalin kerja sama dengan universitas luar negeri dalam pembuatan kurikulum. Hal tersebut direalisasikan melalui program-program studi yang ditawarkan, seperti program dual degree, sehingga seorang mahasiswa mendapat kesempatan untuk kuliah di dua tempat. Yaitu di PTS yang bersangkutan dan di universitas luar negeri yang diajak bekerja sama. Dan sadar akan tingginya kebutuhan untuk mampu bersaing di dunia kerja juga menuntut adanya perubahan dalam proses belajar mengajar. Jika unsur praktik biasanya lebih banyak diterapkan dalam jenjang diploma atau pascasarjana, kini hal itu juga telah diadopsi dalam jenjang strata satu. Dalam hal ini proporsi antara teori dan praktik diupayakan agar tetap seimbang.
Tenaga Pengajar
Hal ini menjadi salah satu daya magnet dari sebuah universitas untuk menjaring mahasiswa. Sejumlah PTS pun telah melengkapi armada pengajarnya dengan lulusan dari universitas ternama baik dari dalam maupun luar negeri. Setiap pengajar juga didorong untuk terus mengembangkan diri yang bisa diwujudkan melalui penelitian atau memberi fasilitas pengembangan untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan tenaga akademiknya ke jenjang strata dua atau tiga.
Prospek
Hal terakhir yang mesti diperhatikan adalah bagaimana PTS menjanjikan prospek pekerjaan yang cerah di masa datang. Masuk pada suatu program studi favorit belum tentu menjanjikan apa-apa. Jika masuknya tidak sesuai bakat dan kemampuan maka bisa jadi akan putus di tengah jalan bahkan mungkin lulus tetapi kemudian hanya menjadi pengangguran. Anda harus dapat memprediksi prospek bidang studi yang dipilih dalam memasuki lapangan pekerjaan sesudah lulus nanti. Konsultasikan dengan banyak orang. Dan tidak sedikit PTS berkoneksi dengan perusahaan tertentu untuk menjaring lulusannya. Jangan mempertaruhkan masa depan diri sendiri. Dapatkanlah banyak informasi dari tips ini. Semoga membantu!
*Diolah dari berbagai sumber.
Ayh/Mch




