<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=35470829&amp;blogName=KABAR+DARI+KAMPUS+UNHAS&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fwww.identitasonline.net%2F&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR KAMPUS UNHAS
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at Photobucket

Tuesday, May 22, 2007

Pasca Mutasi, Jenuh Melanda


Untuk pertama kalinya ratusan pegawai negeri sipil di lingkungan Unhas dimutasi. Sebagian pegawai tak mempermasalahkan perpindahan ini. Namun nada kejenuhan tetap terdengar.

Senin siang (30/4) kala istirahat, Andi Amsyar terlihat duduk bersenda gurau dengan beberapa pegawai di Bagian Kesejahteraan Mahasiswa. Sesekali tawa renyah terdengar diantara perbincangan mereka.

Dua bulan yang lalu Amsyar memang berkantor di tempat itu. Namun melalui Surat Keputusan Rektor bernomor 356/J04.2/0/2007, Amsyar dan 190 pegawai dan tenaga administrasi terkena mutasi/rolling dalam lingkup Unhas. Amsyar sendiri ditempatkan di unit kerja Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat.

Meski telah dirolling ke unit kerja lain, Amsyar kerap terlihat pada jam istirahat di ruang kerjanya dulu. Pegawai golongan II/c ini merasa tak betah di lingkungan kerjanya yang baru. Tak jelasnya pekerjaan yang harus dikerjakan membuatnya jenuh dan bingung. “Di sana, saya cuma datang, duduk sambil merokok dan pulang,” ujarnya.

Nada kejenuhan juga dikemukakan Hasanuddin. PNS yang sudah 20 tahun mengabdi ini juga terkena rolling ke fakultas lain. Kejenuhan dirasakan karena ia dimutasi ke pekerjaan yang sama. Sebelumnya ia berharap agar rolling ini membawa penyegaran bagi pegawai dan tambahan pengetahuan tentang pekerjaan lain.

“Rolling ini bagus, tapi semestinya ke pekerjaan yang berbeda. Kalau pekerjaan yang sama dengan sebelumnya, ya sama saja,” komentar Hasanuddin.

Lain lagi keluhan yang dikemukakan Muh Iqbal. Pegawai Bagian Kesejahteraan Mahasiswaan ini mengkritik kebijakan rolling pegawai. Seperti Hasanuddin, ia menilai baik rolling pegawai ini. Namun Iqbal mempermasalahkan ketidakjelasan kriteria pegawai yang di rolling serta pengabaian analisis jabatan dalam penempatan. “Dalam mutasi seharusnya ditinjau masa kerja, pangkat, umur dan keahlian pegawai, serta sisi sosial,” ujarnya berapi-api.

Iqbal memberikan contoh, ada tenaga medis yang dialih kerjakan ke lembaga penerbitan serta tenaga laboratorium yang dimutasikan ke bagian akademik. ”Awalnya kan mereka mendaftar bekerja sebagai laboran. Kok bisa mereka bekerja di bagian akademik,” ujarnya heran.

Saat ditanyakan kecenderungannya, Iqbal pribadi mengatakan tak setuju di mutasikan. Masa kerjanya yang tinggal beberapa bulan lagi menjadi faktor pertimbangannya. Selain itu di Bagian Keuangan, tempat ia bekerja sebelumnya, kesejahteraannya lebih terjamin. Ia menyayangkan mutasinya dengan mengibaratkannya sebagai kepindahan dari lahan basah ke lahan kering. Senada dengan Amsyar, ditempatnya yang baru, Iqbal kekurangan pekerjaan di kantor barunya.

Dihubungi terpisah, Kepala Biro Administrasi Umum Drs Halim Doko MSi, mengatakan rolling ini dimaksudkan untuk penyegaran pegawai dan menghindari kejenuhan. “Secara teori, mutasi ini bagus. Mutasi dibutuhkan di setiap intitusi agar tidak terjadi kejenuhan. Bayangkan kalau selama puluhan tahun seorang pegawai terus bekerja pada tempat yang sama,” ujarnya.

Halim berharap, dengan rolling ini, pegawai bisa mendapatkan pengalaman berbeda di tempat yang baru, dan lebih memaksimalkan pengabdiannya. “Mudah-mudahan kinerja mereka bisa lebih bagus setelah dirolling,” ujarnya

Selain itu persoalan rolling ini sudah mengemuka dalam dialog antara rektor, pembantu rektor, kepala bagian dan kepala sub bagian lingkup Unhas di awal kepemimpinan Prof. Idrus Paturusi. “Jadi mutasi ini dilakukan atas keinginan pegawai juga,” ungkap Halim.
Halim menambahkan tolok ukur utama dalam kriteria pegawai yang dimutasi adalah masa kerja yang sudah lebih dari 15 tahun. Selain itu mengemukakan, prestasi kerja pegawai selama mengabdi secara tersirat juga menentukan pegawai bersangkutan dirolling atau tidak.

Dibalik nada kejenuhan akan suasana yang baru, Rolling pegawai ini ternyata menyisahkan sejumput asa. Iqbal berharap ada lembaga yang mewadahi dosen dan pegawai yang bisa memfasilitasi suara mereka dalam setiap pengambilan keputusan oleh rektorat, seperti permasalahan rolling ini

Mahasiswa pun berharap lebih. Rufaidar, mahasiswa Farmasi berharap pegawai lebih mengetahui posisi mereka sebagai pelayan bagi dosen maupun mahasiswa. “Mereka harus bisa memberikan pelayanan yang terbaik,” ujarnya.
.
Tif/Non