<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=35470829&amp;blogName=KABAR+DARI+KAMPUS+UNHAS&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fwww.identitasonline.net%2F&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR KAMPUS UNHAS
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at Photobucket

Tuesday, May 01, 2007

Jejak Maling di Kampus Merah

Mendengar kasus pencurian, bagi civitas Unhas tak lagi asing. Namun dari sekian kasus, hanya sedikit yang terungkap motif dan pelakunya. Sinyalemen keterlibatan orang dalam turut mengundang tanya di benak kita. Kok bisa?

Awal pekan di penghujung tahun 2006 lalu, civitas akademika Fakultas Sastra, jurusan Sastra Prancis, terkejut dengan hilangnya beberapa unit komputer dan komponen lainnya dari laboratorium komputer mereka. Tak ada yang menyangka laboratorium yang letaknya cukup tersembunyi tersebut bisa dijebol pencuri.

Masdiana SS, penanggung jawab ruangan dan beberapa rekannya, terkejut saat mendapati kondisi laboratorium yang tampak kacau. Awalnya mereka menyangka ada dosen lain yang membawa teknisi masuk melakukan perbaikan. Namun setelah dicermati, dua buah LCD, tiga buah monitor komputer, serta masing-masing satu buah hard disk CPU dan port USB telah raib entah kemana. Meski demikian tak ada jejak kerusakan di pintu ruangan. Hanya plafon di tengah ruangan yang jebol dan di bawahnya terdapat meja yang disusun pelaku. Di ruangan sebelah juga ada bekas gergajian di plafon ruangan itu.

Tak lama kemudian, kasus yang sama juga dialami Fakultas Ekonomi. Sejumlah komponen dan perangkat komputer di laboratorium komputer FE juga raib. Namun kasus ini tidak meninggalkan kerusakan (jejak-red) apa pun di ruangan laboratorioum tersebut. Mungkinkah ada keterlibatan orang dalam? Saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu, penanggung jawab laboratorium, Jibril Tajibu ST MSi enggan memberikan keterangan perihal siapa pelaku dan motif pencurian itu. “Tanyakan saja langsung kepada PD II,” pintanya sembari beralasan bahwa dia takut salah memberikan informasi.

Dua tahun sebelumnya (2005), juga terjadi pencurian di Laboratorium Komputer Teknologi Pertanian. Beruntung pada kasus ini, seorang pelaku berhasil dibekuk. Pelaku pernah menjadi tukang cat di tempat tersebut dan ia mengaku aksinya dibantu beberapa orang. Pencurian yang terjadi hampir setiap tahunnya, dan menyebar di seantero unhas, kuat dugaan adanya keterlibatan orang dalam. “Saya pun sempat berpikir begitu. Ada kecurigaan bahwa pelaku adalah orang yang sering masuk,” ujar Masdiana SS.

Saat dimintai keterangan, kepala satuan pengamanan kampus (Satpam), Drs Bambang mengaku sulit untuk membuktikan adanya keterlibatan langsung orang dalam pada kasus-kasus pencurian di Unhas. “Hal itu bisa saja terjadi karena keteledoran penanggung jawab ruangan,” ujarnya. Bambang melanjutkan, tidak berhati-hatinya penanggung jawab dalam mengamankan kunci ruangan bisa berakibat fatal. “Kadang karena banyak orang yang ingin memakai fasilitas di ruangan itu, kuncinya pun diperbanyak. Atau kalau ada perbaikan, kunci pun dititip ke orang lain,” jelasnya.

Bambang juga menampik anggapan yang mengindikasikan adanya sindikat pencurian yang beroperasi di Unhas. “Saya kira sindikat pencurian itu tidak ada,” ujarnya meyakinkan. Dari pengamatannya, Bambang menilai, pelaku kasus-kasus pencurian yang terjadi selama ini bukan dilakukan oleh komplotan orang yang sama. Bahkan beberapa kasus, pelakunya beraksi secara sendiri-sendiri. Meski demikian aksi mereka dilakukan berbekal pengetahuan situasi dan kondisi target yang cermat.

Pernyataan serupa juga dikemukakan Kapolsekta Tamalanrea, AKP Muh Tahir. Ditemui di ruang kerjanya, Ia mengatakan belum berani memastikan ada sindikat yang beroperasi di Unhas. “Selama ini saya belum pernah temukan kasus pencurian yang dilakukan secara terorganisir,” ujarnya.

Khusus mengenai masih maraknya pencurian motor, menurut Bambang kemungkinan juga disebabkan ulah beberapa warga kampus sendiri yang kurang mendukung. Hal itu menurutnya bisa dilihat dari ulah beberapa orang yang suka memarkir motornya di sembarang tempat. Sebagai upaya meningkatkan keamanan maka di parkiran dilakukan pemeriksaan STNK pengendara sebelum keluar dari areal parkir.

Suatu kenyataan bahwa terhadap beberapa kasus pencurian di Unhas, hanya sebagian kecil saja pelakunya yang akhirnya ditemukan. Masdiana pun mengungkapkan sikap apriorinya terhadap kepolisian. Ia lebih berharap Laboratorium milik Jurusannya dapat ditingkatkan keamanannya ketimbang menyimak perkembangan hasil penelusuran kepolisian. AKP Muh Tahir mengakui sulitnya melacak pelaku pencuri di Unhas. Salah satu kendala, banyak titik-titik masuk dan keluar di Unhas. Titik-titik itu, memudahkan siapa saja bisa masuk ke kampus, termasuk para pencuri. Agar pencuri tidak leluasa, maka kesadaran para pengguna areal parkir dan fasililitas umum lain, seperti mesjid dan mushallah agar lebih berhati-hati menjaga barang miliknya. Waspadalah!
Tif,Ayh / Pdy