<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=35470829&amp;blogName=KABAR+DARI+KAMPUS+UNHAS&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fwww.identitasonline.net%2F&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR KAMPUS UNHAS
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at Photobucket

Tuesday, May 01, 2007

Bubar Sebelum Bekerja

Keberadaan danau unhas yang strategis, menarik perhatian rektor. Tim pengelola pun ditunjuk, namun hingga kini kinerjanya belum tampak.

Matahari senja memancarkan pantulan sinar kemerahan, terlihat melingkupi awan di atas danau unhas. Sejumlah mahasiswa asik bercengkerama di pinggir danau sambil sesekali melemparkan kerikil ke dalam danau. Di pinggir danau yang lain, beberapa orang masih betah memancing. Dan beberapa orang menikmati senja dengan berlari-lari kecil di trotoar yang mengelilingi danau. Pemandangan semacam itu, menghiasi pemandangan di sekitar danau unhas setiap harinya.

Danau buatan ini, sejak dulu memang telah menjadi pilihan favorit bagi sejumlah mahasiswa dan masyarakat luar untuk melepas kepenatan dengan beragam aktifitas. Mulai dari memancing, berdiskusi, dan tak sedikit mahasiswa yang memanfaatkan area danau sebagai tempat memadu kasih. Penataan area pinggiran danau dengan deretan bangku menjadi pilihan para muda-mudi. Terlebih lingkungan danau yang tenang, membuat kita tak lagi harus menyewa tempat demi melakukan relaksasi dari sederet rutinitas kampus. Meski demikian, area danau yang memang diperuntukkan sebagai public center ini, belum memberi layanan maksimal. Padahal jika danau dikelola dengan baik, tidak menutup kemungkinan, penambahan kas universitas berasal dari sini.

Besarnya harapan dari civitas kampus dan masyarakat akan keberadaan danau unhas, menginspirasi para petinggi unhas untuk lebih optimal melakukan penataan. Untuk itu, Prof. Idrus A Paturusi menunjuk Prof. Baharuddin, dosen pertanian selaku penaggung jawab penataan danau Unhas. Selanjutnya Prof. Baharuddin membentuk tim penataan danau Unhas pada bulan agustus 2006 yang diketuai oleh Ir. Tigin Darianti, MEs dan beranggotakan sepuluh orang (tim sepuluh).

Dalam perkembangannya, tim sepuluh telah menyusun konsep perencanaan, sebagaimana yang tercantum dalam proposal. Sayang perencanaan yang telah di susun tim sepuluh tiba-tiba terhenti tanpa sebab yang pasti. Menurut Hari Iswoyo terhentinya program itu akibat proposal yang telah dimasukkan, tidak mendapat respon pihak rektorat. ”Padahal waktu itu rektor telah menyetujui perencanaan tersebut saat dipresentasekan,” ungkap Hary Iswoyo.

Ketidakjelasan kelanjutan proposal tersebut meyebabkan kerja tim penata berhenti. Hingga akhirnya tim ini pun bubar. ”Kami pernah menanyakan pada Prof. Baharuddin mengenai kelanjutan proposal tersebut. Dan katanya Unhas tidak cukup dana untuk merealisasikan penataan sebagaimana dimaksud,” Ungkap Hari Iswoyo saat disinggung mengenai status proposal yang telah diajukan.

Tak hanya itu, belakangan diketahui jika rektor telah menunjuk tim penataan yang baru dari Fakultas Kehutanan. Penunjukan dilakukan bersamaan dengan launcing fakultas ini beberapa waktu lalu. Menaggapi hal itu, Ir Muhamad Restu menolak anggapan yang mengaitkan vakumnya tim awal akibat penunjukan tim baru dari fakultas kehutanan. Ia mengatakan bahwa setiap orang jika memang memiliki konsep yang baik terhadap penataan danau dapat saja bekerja bersama-sama melakukan penataan danau Unhas. ”Kalau orang lain juga memiliki konsep yang baik terhadap danau, kita bisa jalan bersama-sama,” ungkap Restu, yang juga menjabat sebagai pelaksana tugas Dekan Fakultas Kehutanan saat ini.

Sebagai tindak lanjut dari penunjukan itu, tim kehutanan telah menanam beberapa pohon di sekitar danau. Sesuai dengan visi yang diusung Fakultas Kehutanan sebagai fakultas yang baru terbentuk yaitu selain menjadikan kampus Unhas sebagai kampus pendidikan juga menjadikan kampus sebagai kampus wisata dan rekrasi. Hal ini diperjelas oleh Ir. Amran Ahmad, dosen kehutanan yang juga anggota tim Lanskap dan master plan unhas. Menurut Amran Ahmad dengan semangat visi dan misi yang diemban, Fakultas Kehutanan telah melakukan serangkaian gerakan yang salah satunya ditunjukan dengan menanam sembilan tanaman hasil pembibitan berlokasi di sekitar gedung IPTEK, tepatnya di tepi danau. Tanaman yang dipilih yaitu tanaman endemik khas Sulawesi yang mulai langka. Alasan dipilihnya tanaman tersebut adalah selain sebagi peneduh juga biji dari tanaman tersebut dapat berfungsi sebagai makanan ikan.

Meski Fakultas Kehutanan telah melakukan gerakan penanaman, hal itu tidak menutup akses bagi fakultas lain yang juga ingin melakukan gerakan serupa semisal penghijauan. ”Harapan kita adalah bagaimana mewujudkan kampus unhas sebagai kampus wisata dan rekrasi pendidikan di Sulsel,” ujar Amran Ahmad mengakhiri.
Din/Pdy