identitas Nomor 653/ Tahun XXXIII / Edisi Awal Januari 2007
Kado Tahun Baru Buat Kehutanan
Setelah penantian yang cukup lama, kehutanan akhirnya mendapatkan status fakultas. Persiapan pun telah dipermatang, termasuk struktur birokrasinya. Apakah ini akan jadi ajang membagikan “kue politik” antar dosen?
Selasa (26/12), siang itu final test mahasiswa kehutanan tengah berlangsung. Seorang dosen yang mengawas saat itu terlihat memasuki ruangan PH 103 dengan wajah sumringah. “Baru saja saya diberitahu oleh ketua jurusan, kalau SK Fakultas dari Dikti sudah keluar, ketua jurusan sekarang sedang berada di Jakarta untuk mengurusnya,” cetusnya. Suasana hening ujian pun berubah, ruangan kuliah dipenuhi riuh lantang suara dan sorakan dari mahasiswa.
Tak lama, berbagai karangan bunga dan ucapan selamat pun berdatangan, terpajang jelas di koridor salah satu jurusan tertua di Agrokompleks itu. Hal ini pun langsung menjadi pusat perhatian mahasiswa, dosen maupun pegawai yang melewati kawasan itu. Dari mimik wajahnya, banyak yang terlihat kaget namun tak sedikit pula yang menganggap hal itu sudah sepantasnya didapatkan oleh kehutanan.
Tak tanggung-tanggung memang usaha jurusan para rimbawan itu untuk mendapatkan status barunya, sejak sepuluh tahun lalu mereka telah mempersiapkan diri dan berbenah. Hingga beberapa bulan lalu, setelah proposal jurusan ke Senat Unhas direstui dan dikirim ke Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) di Jakarta. Harap-harap cemas bisa dibilang melanda para dosen dan mahasiswa kehutanan kala itu, hingga keluarnya Surat dari Dikti mampu melegakan mereka. “Rasanya seperti mau lulus,” ungkap Dr Ir Mus Rizal M.Sc. Ketua Program Studi Teknologi Hasil Hutan yang telah mengabdi selama lima belas tahun itu menyatakan, nantinya banyak program-program cerdas yang akan lahir dengan status baru itu, ia juga menegaskan kalau bukan hanya status dan nama yang baru tapi juga baru untuk keseluruhan.
Dengan keluarnya Surat Dikti tersebut bukan berarti status baru yang disandang itu bisa langsung melenggang kangkung. Menurut Dr dr Wardihan Sinrang Pembantu Rektor II, belum ada SK yang pasti mengenai status fakultas ini. “Tak ada SK, yang ada hanya Surat Jawaban Dikti, bahwa pembentukkan fakultas diperkenankan oleh pihak universitas,” lanjut Wardihan.
SK fakultas itu rencananya akan dirapatkan Februari mendatang oleh Senat Universitas. Dan selama SK belum keluar, maka semakin banyak pula waktu untuk memantapkan kondisi birokrasi fakultas kedepannya. Awal tahun ini rektor akan menunjuk Penangung Jawab Sementara (PJS) fakultas, kemudian dilakukan pemilihan Dekan untuk pertama kalinya. Bersamaan dengan itu, SK perubahan nama Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) dan nama anggota senat fakultas pun akan dikeluarkan. Meskipun setelah berpisah, kedepannya masih akan tetap ada hubungan dengan induk lamanya itu. “Dari segi pembinaan, nantinya akan saling mengisi. Ada juga beberapa fasilitas yang akan dipakai secara bersama, seperti Lecture Teater dan beberapa tempat kuliah lainya,” terang Prof. Dr. Mursalim Dekan Fapertahut.
Di sisi lain, hangat pula diperbincangkan siapa calon kuat untuk menjadi orang nomor satu di fakultas baru itu. Sebagaimana mestinya sebuah fakultas, pastinya akan ada posisi-posisi penting dan eksklusif, dan ini akan diisi oleh mereka yang bisa mendapatkan dukungan secara internal. Dapat diperkirakan, kalau yang mengisi posisi-posisi itu ialah mereka yang juga aktif dalam birokrasi pada status kehutanan terdahulu.
Dra Nurjannah M Pd Pengamat Pendidikan UNM menuturkan, untuk menentukan susunan birokrasi fakultas akan dilakukan secara otonom, dalam hal ini dilakukan oleh Dewan Senat Fakultas, hanya saja segala keputusan langsung berada di tangan Rektor. Sementara untuk Kepala Tata Usaha Fakultas akan ditentukan oleh Pembantu Rektor II.
Kehutanan Plus Lingkungan
Ada yang berbeda dengan nama fakultas baru ini, di belakang nama kehutanan mengikut kata lingkungan. Kenapa? Menurut Sekertais Jurusan Kehutanan, Dr Ir Yusran Yusuf M Si, setelah Jurusan Manajemen Hutan dan Teknologi Hasil Hutan, akan ada satu jurusan lagi yang akan terbentuk yakni Lingkungan. Jurusan ini akan membawahi satu program studi yaitu Ekoturism. “Respon pasar cukup bagus dalam hal ini, mungkin kita nanti satu-satunya di Indonesia yang menghasilkan Out put S1 Kehutanan dan juga Lingkungan,” lanjut Yusran.
Tim penyusun kurikulum Fakultas akan dibentuk universitas, jumlahnya mencapai sepuluh orang. Selain jumlah dosen yang akan ditambah, kedepannya juga akan direncanakan pengembangan Hutan Pendidikan serta pembentukkan Pusat Kajian Karst. Fakultas Kehutanan dan lingkungan akan resmi menerima mahasiswa baru tahun ajaran 2007/2008 tahun ini, persiapannya pun mulai dipermantap. Semisal, menyegerakan SK perubahan nama jurusan-jurusan yang ada di kehutanan.
Harapan besar digantungkan mahasiswa dengan status baru ini, Vitha FN Umar Pejabat antar Waktu Sylva PC Unhas pun mengharapkan, dengan terbentuknya fakultas ini justru tidak membuat alur birokrasi semakin ribet, sehingga mahasiswa dan alumni kehutanan kedepannya mampu menghadapi globalisasi pendidikan serta dapat bersaing mengejar ketertingalan. Uun/Mch
Setelah penantian yang cukup lama, kehutanan akhirnya mendapatkan status fakultas. Persiapan pun telah dipermatang, termasuk struktur birokrasinya. Apakah ini akan jadi ajang membagikan “kue politik” antar dosen?
Selasa (26/12), siang itu final test mahasiswa kehutanan tengah berlangsung. Seorang dosen yang mengawas saat itu terlihat memasuki ruangan PH 103 dengan wajah sumringah. “Baru saja saya diberitahu oleh ketua jurusan, kalau SK Fakultas dari Dikti sudah keluar, ketua jurusan sekarang sedang berada di Jakarta untuk mengurusnya,” cetusnya. Suasana hening ujian pun berubah, ruangan kuliah dipenuhi riuh lantang suara dan sorakan dari mahasiswa.
Tak lama, berbagai karangan bunga dan ucapan selamat pun berdatangan, terpajang jelas di koridor salah satu jurusan tertua di Agrokompleks itu. Hal ini pun langsung menjadi pusat perhatian mahasiswa, dosen maupun pegawai yang melewati kawasan itu. Dari mimik wajahnya, banyak yang terlihat kaget namun tak sedikit pula yang menganggap hal itu sudah sepantasnya didapatkan oleh kehutanan.
Tak tanggung-tanggung memang usaha jurusan para rimbawan itu untuk mendapatkan status barunya, sejak sepuluh tahun lalu mereka telah mempersiapkan diri dan berbenah. Hingga beberapa bulan lalu, setelah proposal jurusan ke Senat Unhas direstui dan dikirim ke Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) di Jakarta. Harap-harap cemas bisa dibilang melanda para dosen dan mahasiswa kehutanan kala itu, hingga keluarnya Surat dari Dikti mampu melegakan mereka. “Rasanya seperti mau lulus,” ungkap Dr Ir Mus Rizal M.Sc. Ketua Program Studi Teknologi Hasil Hutan yang telah mengabdi selama lima belas tahun itu menyatakan, nantinya banyak program-program cerdas yang akan lahir dengan status baru itu, ia juga menegaskan kalau bukan hanya status dan nama yang baru tapi juga baru untuk keseluruhan.
Dengan keluarnya Surat Dikti tersebut bukan berarti status baru yang disandang itu bisa langsung melenggang kangkung. Menurut Dr dr Wardihan Sinrang Pembantu Rektor II, belum ada SK yang pasti mengenai status fakultas ini. “Tak ada SK, yang ada hanya Surat Jawaban Dikti, bahwa pembentukkan fakultas diperkenankan oleh pihak universitas,” lanjut Wardihan.
SK fakultas itu rencananya akan dirapatkan Februari mendatang oleh Senat Universitas. Dan selama SK belum keluar, maka semakin banyak pula waktu untuk memantapkan kondisi birokrasi fakultas kedepannya. Awal tahun ini rektor akan menunjuk Penangung Jawab Sementara (PJS) fakultas, kemudian dilakukan pemilihan Dekan untuk pertama kalinya. Bersamaan dengan itu, SK perubahan nama Fakultas Pertanian dan Kehutanan (Fapertahut) dan nama anggota senat fakultas pun akan dikeluarkan. Meskipun setelah berpisah, kedepannya masih akan tetap ada hubungan dengan induk lamanya itu. “Dari segi pembinaan, nantinya akan saling mengisi. Ada juga beberapa fasilitas yang akan dipakai secara bersama, seperti Lecture Teater dan beberapa tempat kuliah lainya,” terang Prof. Dr. Mursalim Dekan Fapertahut.
Di sisi lain, hangat pula diperbincangkan siapa calon kuat untuk menjadi orang nomor satu di fakultas baru itu. Sebagaimana mestinya sebuah fakultas, pastinya akan ada posisi-posisi penting dan eksklusif, dan ini akan diisi oleh mereka yang bisa mendapatkan dukungan secara internal. Dapat diperkirakan, kalau yang mengisi posisi-posisi itu ialah mereka yang juga aktif dalam birokrasi pada status kehutanan terdahulu.
Dra Nurjannah M Pd Pengamat Pendidikan UNM menuturkan, untuk menentukan susunan birokrasi fakultas akan dilakukan secara otonom, dalam hal ini dilakukan oleh Dewan Senat Fakultas, hanya saja segala keputusan langsung berada di tangan Rektor. Sementara untuk Kepala Tata Usaha Fakultas akan ditentukan oleh Pembantu Rektor II.
Kehutanan Plus Lingkungan
Ada yang berbeda dengan nama fakultas baru ini, di belakang nama kehutanan mengikut kata lingkungan. Kenapa? Menurut Sekertais Jurusan Kehutanan, Dr Ir Yusran Yusuf M Si, setelah Jurusan Manajemen Hutan dan Teknologi Hasil Hutan, akan ada satu jurusan lagi yang akan terbentuk yakni Lingkungan. Jurusan ini akan membawahi satu program studi yaitu Ekoturism. “Respon pasar cukup bagus dalam hal ini, mungkin kita nanti satu-satunya di Indonesia yang menghasilkan Out put S1 Kehutanan dan juga Lingkungan,” lanjut Yusran.
Tim penyusun kurikulum Fakultas akan dibentuk universitas, jumlahnya mencapai sepuluh orang. Selain jumlah dosen yang akan ditambah, kedepannya juga akan direncanakan pengembangan Hutan Pendidikan serta pembentukkan Pusat Kajian Karst. Fakultas Kehutanan dan lingkungan akan resmi menerima mahasiswa baru tahun ajaran 2007/2008 tahun ini, persiapannya pun mulai dipermantap. Semisal, menyegerakan SK perubahan nama jurusan-jurusan yang ada di kehutanan.
Harapan besar digantungkan mahasiswa dengan status baru ini, Vitha FN Umar Pejabat antar Waktu Sylva PC Unhas pun mengharapkan, dengan terbentuknya fakultas ini justru tidak membuat alur birokrasi semakin ribet, sehingga mahasiswa dan alumni kehutanan kedepannya mampu menghadapi globalisasi pendidikan serta dapat bersaing mengejar ketertingalan. Uun/Mch




