<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=35470829&amp;blogName=KABAR+DARI+KAMPUS+UNHAS&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_FTP&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fwww.identitasonline.net%2F&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fblogsearch.google.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
SELAMAT DATANG DI SURAT KABAR KAMPUS UNHAS
Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketPhoto Sharing and Video Hosting at Photobucket

Monday, October 16, 2006

JK dan Masa Depan IKA

Jusuf Kalla (JK) ternyata masih jadi idaman di Universitas Hasanuddin. Indikasinya terlihat pada pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unhas periode 2006-2011. JK terpilih secara aklamasi. Ini berarti, jabatan itu telah diemban untuk keempat kalinya sejak tahun 1991.

Terpilihnya kembali JK menyisakan pertanyaan, bagaimana nantinya peran IKA selama lima tahun ke depan?. “JK orang sibuk, bukan hanya mengurus IKA Unhas, namun konsentrasinya harus lebih besar bagi negara, sebagai wakil presiden,” jelas Prof Halide. Tak hanya itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi ini menyorot tersendatnya regenerasi kader dalam tubuh IKA Unhas.

Periode sebelumnya pun IKA lebih banyak menuai kritik dari civitas akademika dan alumni disebabkan ketidakjelasan programnya. Anggaran Dasar dan Anggaran rumah tangga (AD/ART), serta program kerja yang ditetapkan dalam musyawarah nasional IKA jadi tak berfungsi akibat kesibukan masing-masing pengurusnya. Bahkan Gedung Pertemuan Alumni (GPA) yang harusnya menjadi sekretariat IKA, kosong tanpa aktivitas berarti.

Tidak terealisasinya kegiatan-kegiatan IKA diakibatkan karena banyaknya masalah yang dihadapi bangsa Indonesia seperti : peristiwa poso, tsunami Aceh dan Jawa Tengah, banjir bandang di Sinjai dan sekitarnya,dll. Yang membuat ketua umum IKA lebih memfokuskan diri pada masalah bangsa ketimbang mengakomodir program-program IKA. Tapi, terpilihnya kembali JK di priode 2006-2010, diharapkan bisa terus konsisten dan terus aktif menjalankan tugasnya. Sebagai salah satu anggota tim perumus AD/ART, menurut Dr Faisal Attamimi, IKA akan melaksanakan berbagai program kedepan diantaranya: membuat komisariat daerah disetiap propinsi, komisariat di tingkat jurusan yang dulunya dipegang oleh fakultas tapi itu masih disesuaikan dengan jumlah alumninya, menghimpun ide-ide dari anggota.

Agar tak terperosok ke lubang yang sama, Halide menyarankan agar ke depan, IKA memungsikan kembali GPA, dan pengurus yang ada di kampus lebih proaktif menjalankan program kerja yang telah ditetapkan. “Hal mendasar yang perlu dilakukan adalah mengadakan data base alumni dan menyediakan akses informasi dan peluang kerja bagi alumni,” jelasnya.

Belum maksimalnya kinerja IKA, juga dibenarkan Ir M Amin Ishak MSc. Di mata Armin, IKA selayaknya jadi wadah publikasi dan berperan dalam mengawal alumni mendapatkan pekerjaan serta membangun citra positif dalam masyarakat dan lingkungan kerja. “Secara organisasi, peran IKA belum maksimal, meski di luar daerah peran IKA dapat dirasakan sebagai wadah silaturrahmi atau almamater,” jelas ketua Jurusan Agronomi ini saat ditemui di ruang jurusannya beberapa waktu lalu.


Keberadaan IKA yang cukup lama, dengan jumlah alumni begitu banyak serta tersebar di seluruh penjuru Indonesia, bahkan dunia, peran IKA belum berjalan sebagaimana mestinya. Justru, selama ini, menurut Zulkarnanen, IKA cenderung jadi organisasi elit Unhas atau alumni.

“Ke depan IKA bisa memosisikan diri dalam mengontrol kebijakan-kebijakan birokrasi baik kampus maupun negara, lebih proaktif dalam prospek alumni, dan tidak menjadi corong kepentingan politis tertentu, ” tukas Zulkarnaen. 

Pdy, M32/Pik